Tuesday, 13 October 2026

Komparatif.ID

Situs Berita Aceh Inspirasi Indonesia

Daerah

Aceh Berpotensi Diguyur Hujan Lebat, Satgas PRR Minta Daerah Siaga

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung Aceh Berpotensi Diguyur Hujan Lebat, Satgas PRR Minta Daerah Siaga
Kaposkowil Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh– Poskowil Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Aceh meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana menyusul prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut hampir seluruh wilayah Aceh berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat hingga dua hari ke depan.

Kepala Posko Satgas PRR Wilayah Aceh, Dr. Safrizal ZA, mengatakan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana perlu meningkatkan kesiapsiagaan dan mengikuti perkembangan informasi cuaca, terutama peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.

“Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana agar selalu waspada dan siap siaga, serta memperhatikan peringatan dini dari BMKG setiap hari,” kata Safrizal melansir ANTARA, Selasa (13/10/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, potensi hujan sedang hingga lebat di hampir seluruh wilayah Aceh perlu menjadi perhatian pemerintah daerah dan petugas penanggulangan bencana.

Selain meningkatkan kewaspadaan masyarakat, petugas di lapangan juga diminta tetap siaga agar dapat merespons dengan cepat apabila terjadi keadaan darurat. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi dampak cuaca yang berpotensi memicu bencana di wilayah rawan.

Safrizal mengatakan, upaya meningkatkan kesiapsiagaan ini berlangsung ketika proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir dan longsor belum sepenuhnya selesai.

Menurutnya, pemerintah saat ini juga melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi sektor sumber daya air secara menyeluruh, mulai dari kawasan hulu hingga hilir. Penanganan tersebut mencakup Krueng Peusangan, Sungai Tamiang, serta sejumlah sungai di Aceh Utara.

Salah satu pekerjaan yang sedang berlangsung adalah pembangunan sabo dam, bangunan pengendali aliran air yang berfungsi menahan dan mengendalikan aliran secara bertingkat. Pembangunan ini diharapkan membantu mengurangi aliran air dalam jumlah besar yang turun secara bersamaan.

“Saat ini pemerintah sedang membangun sabo dam yang berfungsi untuk menahan dan mengendalikan air secara bertingkat. Proyek pembangunan sabo dam sedang berproses. Dalam satu sungai bisa dibangun hingga empat sabo dam agar air tidak langsung turun dalam jumlah besar,” ujarnya.

Baca juga: Bupati Bireuen Sebut Kehadiran Poskowil Aceh Satgas PRR Sangat Penting untuk Daerah Terdampak Bencana

Safrizal menyebutkan, pembangunan sabo dam dilakukan di sejumlah lokasi, termasuk Sungai Tamiang dan Krueng Peusangan. Khusus di Krueng Peusangan, terdapat empat sabo dam yang dibangun mulai dari wilayah Aceh Tengah hingga Kabupaten Bireuen.

Pembangunan infrastruktur pengendali air tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan sektor sumber daya air dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Pekerjaan itu diharapkan dapat mendukung pengendalian aliran air, terutama ketika curah hujan meningkat.

Di sisi lain, pemerintah juga masih mengerjakan sejumlah proyek rehabilitasi, termasuk penanganan tebing yang terdampak bencana. Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan agar pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana.

Safrizal berharap cuaca ekstrem tidak berlangsung dalam waktu lama sehingga berbagai pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat diselesaikan secara cepat dan tepat waktu.

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *