Komparatif.ID, Banda Aceh— Aceh alami inflasi tahunan tertinggi di Indonesia pada Januari 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi year-on-year (yoy) Aceh mencapai 6,69 persen, jauh di atas angka inflasi nasional yang berada pada level 3,55 persen.
Plh Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin, menjelaskan inflasi tahunan sebesar 6,69 persen tersebut mencerminkan kenaikan harga yang terjadi secara akumulatif dalam satu tahun terakhir.
Ia menyebutkan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi tahunan terbesar dengan andil mencapai 2,46 persen.
“Pada Januari 2026, Provinsi Aceh mengalami inflasi sebesar 6,69 persen, artinya harga barang dan jasa naik rata-rata 6,69 persen dibandingkan Januari 2025,” ujarnya saat rilis BPS Aceh, Senin (2/2/2026).
Selain kelompok tersebut, beberapa komoditas juga memberikan kontribusi cukup besar terhadap inflasi tahunan Aceh. Tarif listrik tercatat memberi andil sebesar 1,59 persen, emas perhiasan sebesar 0,95 persen, dan beras sebesar 0,85 persen.
Baca juga: BPS: Aceh Alami Deflasi pada Januari 2026
Di sisi lain, terdapat sejumlah komoditas yang justru menahan laju inflasi melalui andil deflasi, di antaranya cabai merah dengan andil -0,35 persen, kentang -0,05 persen, serta cabai hijau -0,03 persen.
Meski secara tahunan mengalami inflasi tertinggi, Aceh justru mencatat deflasi secara bulanan.
Pada Januari 2026, Aceh mengalami deflasi month to month (mtm) sebesar 0,15 persen dibandingkan Desember 2025.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau kembali menjadi faktor utama, namun kali ini sebagai penyumbang deflasi bulanan terbesar dengan penurunan harga sebesar 2,01 persen. Deflasi year-to-date (ytd) Aceh hingga Januari 2026 juga tercatat sebesar 0,15 persen.
Secara wilayah, inflasi tahunan tertinggi di Aceh terjadi di Kabupaten Aceh Tengah dengan angka mencapai 8,60 persen. Sementara itu, inflasi tahunan terendah di Aceh tercatat di Meulaboh sebesar 5,55 persen.
Secara nasional, Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan Indonesia mencatatkan inflasi y-on-y Januari 2026 sebesar 3,55 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 109,75.
Aceh menempati posisi tertinggi inflasi provinsi dengan IHK 114,23, sementara inflasi provinsi terendah tercatat di Lampung sebesar 1,90 persen.













