Komparatif.ID, Bireuen– Tengku Muhammad Kasem atau yang akrab disapa Abah Kasem berharap Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Zulfadli (Abang Samalanga) membantu memperbaiki akses jalan menuju makam almarhum ayahnya, Tgk Abdullah bin Tgk Muhammad Saleh atau lebih dikenal dengan Abon Dolah.
Permintaan tersebut disampaikan Abah Kasem mengingat kondisi jalan menuju makam Abon Dolah yang hingga kini masih sulit dilalui. Jalan sepanjang lebih kurang 12 kilometer itu menjadi akses utama bagi masyarakat dan para peziarah dari berbagai daerah.
Abah Kasem yang merupakan putra pertama Abon Dolah sekaligus Pimpinan Dayah Darul Atik mengatakan, perbaikan jalan tersebut sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat berziarah dengan lebih mudah, tanpa harus terkendala kondisi cuaca maupun medan jalan.
Menurutnya, Mualem memiliki hubungan khusus dengan mendiang Abon Dolah ketika Aceh masih dilanda konflik sekitar 21 tahun silam. Saat itu, Abon Dolah dikenal sebagai Kadhi Negara Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Selain kepada Gubernur Aceh, Abah Kasem juga berharap Ketua DPRA Abang Samalanga dapat ikut memperjuangkan aspirasi tersebut agar mendapat perhatian dan menjadi prioritas pembangunan.
Ia menilai Abang Samalanga juga memiliki kedekatan khusus dengan almarhum karena sama-sama berasal dari Daerah I Wilayah Batee Iliek. Zulfadli juga dikenal sebagai salah satu kombatan yang vokal, baik ketika konflik masih berlangsung maupun saat ini setelah berada di parlemen Aceh.
“Harapan kami kepada Mualem dan Abang Samalanga agar berkenan memperbaiki jalan tersebut untuk memudahkan masyarakat Aceh berziarah ke kuburan kapan saja,” ujar Abah Kasem, Minggu (8/11/2026).
Baca juga: Kisah Abon Dolah, Ulama Jeunib yang Warisi Qadhi Nanggroe dari Sang Ayah
Ia menjelaskan, selama bertahun-tahun kondisi jalan tersebut menjadi kendala bagi keluarga maupun jamaah yang hendak berziarah. Saat musim hujan, permukaan jalan menjadi licin dan terjal sehingga sulit dilalui kendaraan biasa.
Sementara ketika musim kemarau, akses jalan memang lebih memungkinkan untuk dilalui. Namun, pengunjung tetap membutuhkan kendaraan khusus agar bisa mencapai lokasi makam.
“Sayang para jamaah dari berbagai daerah sangat susah mengakses jalan. Tanpa kendaraan khusus tidak akan sampai ke lokasi,” katanya.
Abah Kasem menyebutkan, selama ini sejumlah pihak telah beberapa kali membantu memperbaiki akses jalan menuju makam tersebut. Namun, upaya itu belum memberikan hasil yang bertahan lama.
Ketika hujan turun, material tanah dan bebatuan dari bukit yang berada di samping jalan kembali terbawa ke badan jalan dan menutupi permukaannya. Kondisi tersebut membuat akses yang sebelumnya sudah diperbaiki kembali sulit dilalui.
Akibatnya, masyarakat yang ingin berziarah harus mempertimbangkan kondisi jalan sebelum melakukan perjalanan. Bahkan, apabila tetap ingin berkunjung saat musim hujan, mereka harus mengeluarkan biaya transportasi yang lebih mahal karena membutuhkan kendaraan khusus.
Abah Kasem berharap, jika jalan sepanjang sekitar 12 kilometer tersebut mendapat penanganan dan perbaikan yang memadai, akses menuju makam Abon Dolah dapat digunakan sepanjang tahun.




