Tuesday, 20 October 2026

Komparatif.ID

Situs Berita Aceh Inspirasi Indonesia

Internasional

Diserang Houthi, Saudi Batasi Penerbangan di Bandara Riyadh

Diserang Houthi, Saudi Batasi Penerbangan di Bandara Riyadh
Kobaran api melahap fasilitas milik perusahaan minyak Kerajaan Arab Saudi, Aramco, di selatan Riyadh pada 3 Oktober 2026. Foto: AFP via Getty Images.

Komparatif.ID, Riyadh– Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, dibatasi hingga pemberitahuan lebih lanjut setelah serangkaian serangan yang dilancarkan kelompok Houthi.

Bandara Internasional King Khalid telah memberitahukan kepada maskapai setiap penerbangan yang hendak mendarat maupun lepas landas harus terlebih dahulu mendapatkan izin. Ketentuan tersebut tercantum dalam pemberitahuan resmi kepada awak penerbangan atau Notice to Airmen (NOTAM).

Selain membatasi penerbangan, bandara King Khalid juga menyatakan tidak dapat digunakan sebagai bandara alternatif dalam situasi darurat. Kondisi itu membuat maskapai harus menyesuaikan operasional penerbangan mereka ke Riyadh.

Bandara King Khalid menjadi sasaran serangan dalam beberapa pekan terakhir. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan pada bangunan dan menghancurkan sedikitnya satu pesawat. Sejumlah maskapai kemudian menghentikan atau mengurangi penerbangan mereka ke bandara tersebut.

Qatar Airways, misalnya, pada Senin (19/10/2026) menangguhkan penerbangan menuju Riyadh hingga 24 Oktober. Maskapai tersebut juga mengurangi frekuensi penerbangan menuju Jeddah.

Sejumlah maskapai lainnya turut mengambil langkah serupa. Etihad Airways serta dua maskapai asal India, Akasa Air dan Air India, untuk sementara mengurangi atau menghentikan operasional penerbangan mereka di Bandara Internasional King Khalid.

Baca juga: Milisi Houthi Hujani Rudal ke Riyadh, Koalisi Saudi Balas Gempur Sanaa

Perwakilan Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi dan pihak Bandara Internasional King Khalid mengonfirmasi bandara tersebut masih ditutup hingga Senin. Namun, belum ada kepastian mengenai kapan aktivitas penerbangan akan kembali dibuka secara normal.

Pembatasan penerbangan tersebut berlangsung ketika pertempuran antara pasukan pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi masih berlanjut. Kedua pemberitahuan kepada awak penerbangan yang dikeluarkan terkait pembatasan tersebut tidak mencantumkan tanggal berakhirnya kebijakan.

Berlanjutnya penghentian aktivitas penerbangan di Riyadh juga menjadi tantangan bagi pemerintah Arab Saudi. Kondisi tersebut terjadi menjelang agenda investasi unggulan kerajaan yang dikenal sebagai Future Investment Initiative (FII).

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman sebelumnya dijadwalkan menyambut para tamu asing yang akan menghadiri agenda tersebut di Riyadh. Namun, pada Senin malam, pemerintah Arab Saudi mengumumkan penundaan konferensi FII hingga 2027. Pemerintah belum menetapkan tanggal baru untuk pelaksanaan acara tersebut.

Penutupan Bandara King Khalid dalam waktu yang berkepanjangan berdampak terhadap perjalanan menuju Riyadh, terutama bagi warga asing yang membutuhkan akses penerbangan langsung ke ibu kota Arab Saudi.

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *