Komparatif.ID, Bireuen– Progres rehabilitasi Bendung Aneuk Gajah Rhet di Gampong Lawang, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, telah mencapai 75 persen hingga Sabtu (17/10/2026).
Pekerjaan yang dilaksanakan untuk memperbaiki infrastruktur irigasi tersebut kini berfokus pada penyelesaian sejumlah bagian bendung dan jaringan saluran agar distribusi air dapat kembali terkoneksi.
Koordinator Lapangan Pelaksana CV Bintang Perkasa Utama, Hamdani, mengatakan Dinas Pengairan Aceh memprioritaskan perbaikan jaringan supaya distribusi air dari Irigasi Lawang dapat terkoneksi dengan Irigasi Hagu.
Dengan demikian, air dari Bendung Aneuk Gajah Rhet diharapkan segera dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pengairan sawah petani di Kecamatan Peudada.
“Target Dinas Pengairan Aceh dalam waktu dekat air Bendung Irigasi Aneuk Gajah Rhet bisa dimanfaatkan oleh para petani sawah di Kecamatan Peudada,” jelas Hamdani.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah pekerjaan telah diselesaikan, sementara bagian lainnya masih dalam proses pengerjaan. Tanggul penahan air ke arah mercu bendung telah selesai dikerjakan dan pekerjaan selanjutnya akan dilanjutkan sesuai tahapan rehabilitasi.
Baca juga: Progres Pembangunan Bendungan Aneuk Gajah Rhet Capai 10 Persen
Pada bagian mercu bendung, pekerjaan rehabilitasi dengan ukuran lebar 15 meter dan panjang 76 meter telah memasuki tahap lanjutan setelah proses pembobokan dan pemasangan kawat selesai dilakukan. Pengecoran pada bagian kemiringan hulu mercu juga telah mencapai lebih dari enam meter, sedangkan bagian bangunan tegak telah dicor sepanjang dua meter.
Hamdani menjelaskan, pekerjaan tersebut sempat menghadapi kendala akibat hujan yang turun terus-menerus. Kondisi itu menyebabkan air merendam bagian bawah lokasi pekerjaan sehingga menghambat aktivitas para pekerja.
“Kami sempat kewalahan karena hujan terus-menerus, namun setelah kondisi kembali membaik, para pekerja bisa melanjutkan pekerjaannya dengan aman,” ujarnya.
Meski menghadapi kendala cuaca, pekerjaan rehabilitasi tetap dilanjutkan setelah kondisi lapangan memungkinkan. Penyelesaian setiap tahapan menjadi bagian penting agar pembangunan bendung dan jaringan irigasi dapat berjalan sesuai kebutuhan teknis.
Selain pekerjaan pada tubuh bendung, rehabilitasi juga dilakukan terhadap saluran irigasi sepanjang 500 meter. Hingga laporan terakhir, pemasangan batu pada saluran tersebut diperkirakan telah mencapai 450 meter, sementara sekitar 50 meter lainnya masih perlu diselesaikan.
Penutupan pengelak sungai menggunakan timbunan biasa akan dilaksanakan setelah perbaikan mercu bendung selesai. Tahapan ini dilakukan mengikuti urutan pekerjaan yang telah direncanakan dalam pelaksanaan rehabilitasi.




