Komparatif.ID, Banda Aceh— Lima peneliti Universitas Syiah Kuala (USK) kembali masuk dalam daftar 2 persen saintis atau peneliti terbaik dunia berdasarkan rilis lembaga publikasi ilmiah Elsevier yang bekerja sama dengan Universitas Stanford.
Kelima peneliti tersebut berasal dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Fakultas Teknik, serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Mereka masuk dalam pemeringkatan berdasarkan bidang keilmuan masing-masing.
dr. Harapan, DTM&H., M.Infect.Dis., Ph.D. dari Fakultas Kedokteran yang menempati peringkat 488 dunia dalam bidang General & Internal Medicine.
Prof. Dr. Ir. Muchlisin Z.A., S.Pi., M.Sc. dari Fakultas Kelautan dan Perikanan berada di peringkat 536 dunia pada bidang Fisheries.
Dua peneliti lainnya berasal dari Fakultas Teknik, yakni Prof. Dr. M. Faisal, S.T., M.Eng. yang menempati peringkat 1.366 dunia dalam bidang General Chemistry dan Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU., ASEAN.Eng. yang berada di peringkat 2.309 dunia pada bidang Polymers.
Lalu Prof. Dr. rer. nat. Rinaldi Idroes dari FMIPA menempati peringkat 4.085 dunia dalam bidang Mechanical Engineering & Transports.
Setiap tahun, Elsevier menerbitkan daftar peneliti yang masuk dalam kategori 2 persen ilmuwan terbaik dunia. Pemeringkatan tersebut mempertimbangkan sejumlah indikator untuk menilai produktivitas dan pengaruh penelitian seorang ilmuwan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
Salah satu indikator yang digunakan adalah sitasi terstandarisasi, yakni ukuran yang digunakan untuk menilai pengaruh publikasi ilmiah seorang peneliti dengan mempertimbangkan bidang keilmuannya.
Selain itu, penilaian juga mencakup indeks H atau H-index yang menggambarkan produktivitas penelitian dan dampak karya ilmiah berdasarkan jumlah sitasi yang diperoleh.
Jumlah sitasi secara keseluruhan serta kontribusi peneliti terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat global juga menjadi aspek yang diperhitungkan dalam pemeringkatan tersebut.
Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian lima dosen tersebut. Menurutnya, prestasi ini menunjukkan bahwa kualitas riset yang dihasilkan akademisi USK telah mendapat pengakuan di tingkat internasional.
Baca juga: Buka Raker, Safrizal ZA Ungkap Tantangan USK sebagai PTN BH
Ia mengatakan, konsistensi peneliti USK dalam menembus daftar saintis terbaik dunia telah terlihat sejak 2020. Jumlah peneliti yang masuk kategori Single-Year tercatat meningkat dari satu orang pada 2020 menjadi lima orang pada 2026.
“Alhamdulillah, capaian ini setidaknya menjelaskan perkembangan visibilitas riset USK di tingkat global. Ini adalah kebanggaan kita bersama,” ucap Mirza, Jumat (9/10/2026).
Rektor berharap pencapaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi universitas, tetapi juga mendorong seluruh sivitas akademika, khususnya para peneliti, untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas penelitian.
Menurutnya, pengakuan terhadap lima peneliti USK tersebut turut memberikan kontribusi bagi peningkatan reputasi riset universitas di tingkat global. Salah satu indikatornya terlihat dari hasil pemeringkatan Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027, yang menempatkan USK dalam enam besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia pada kategori Pilar Kualitas Riset.
Mirza berharap capaian tersebut dapat menjadi dorongan bagi para peneliti USK untuk terus menghasilkan karya ilmiah berkualitas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mendukung pembangunan daerah, serta berkontribusi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan di tingkat global.
“Pencapaian ini diharapkan semakin memotivasi peneliti USK untuk terus menghasilkan riset berkualitas yang berdampak nyata bagi masyarakat, pembangunan daerah, dan kemajuan ilmu pengetahuan di tingkat global,” ujarnya.
