Komparatif.ID, Bireuen— Anggota Tani Merdeka Indonesia (TMI) harus hadir untuk petani. Keberadaan TMI di Bireuen harus mampu menjembatani kebutuhan petani demi wujudnya ketahanan pangan.
Demikian disampaikan oleh Sekretaris Dewan Pengurus Daerah (DPD)Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Bireuen, Asnawi, S. P., saat menyampaikan sambutan pada Pelantikan 17 koordinator kecamatan (korcam) Tani Merdeka Indonesia se-kabupaten Bireuen, Kamis, 24 September 2026 di Hotel Bireuen Jaya.
Dalam pidatonya Asnawi menyebutkan jumlah anggota TMI di Bireuen mencapai 15.665 orang. Tersebar di 609 gampong. Terdiri dari kelompok binaan hingga tokoh-tokoh masyarakat. Tentu saja jumlah tersebut bukan sekadar angka, tapi merupakan simbol kekuatan petani yang di dalamnya memiliki semangat, etos kerja, serta kekompakan demi mewujudkan kesejahteraan bersama.
Pelantikan 17 korcam masa kerja 2016-2030, kata Asnawi, hendaknya menjadi tonggak awal bagi kebangkitan bersama para petani di Bireuen, sesuai dengan harapan Presiden Prabowo Subianto, dan sesuai dengan cita-cita yang selalu digaungkan oleh Ketua Umum DPP Tani Merdeka Indonesia Don Muzakkir.
“Oleh karena itu, hadirlah ketika petani membutuhkan kita. Hadir ketika petani menyampaikan persoalan, jadilah jembatan komunikasi demi memperkuat kebersamaan masyarakat di wilayah masing-masing, ” kata Asnawi, alumnus Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Peusangan.
Cita-cita besar Tani Merdeka Indonesia yaitu mewujudkan kesejahteraan petani, membebaskan kaum Tani dari jeratan rentenir, mendukung program pemerintah yang berpihak kepada petani dan pertanian, serta melahirkan kehidupan para petani yang sejahtera, berdaulat di atas lahan garapannya.
Baca juga: Bupati Mukhlis Hadiri Pelantikan 17 Korcam Tani Merdeka Bireuen
Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Bireuen H. Mukhlis menyampaikan keberadaan Tani Merdeka Indonesia di tingkat kecamatan memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi antara petani, pengurus daerah dan pemerintah.
Pemerintah Kabupaten Bireuen, kata dia, siap bersinergi dan mendukung langkah nyata organisasi tersebut dalam mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Di tengah tantangan perubahan iklim, fluktuasi harga, persediaan pupuk dan perkembangan teknologi, Mukhlis menyebut petani dan seluruh pihak terkait dituntut untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga melakukan inovasi dan kemajuan di sektor pertanian.
Acara itu dihadiri Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Cut Muhammad, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen selaku Ketua Dewan Pembina.
Kemudian Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Peternakan dan Kesehatan Hewan Dr. drh. Agus Susanto, M.Si., serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Teknologi Inovasi Pengelolaan Irigasi Ir. Hendri Sosiawan, CESA, serta Mukhtar dari BLIP Balai Medan.
