Komparatif.ID, Bireuen— Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI) di Kabupaten Bireuen diwujudkan dengan aksi kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana.
Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., selaku Pelindung PMI Bireuen, turun langsung menyerahkan bantuan kepada warga Gampong Simpang Jaya, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Senin (21/9/2026).
Penyerahan bantuan tersebut turut didampingi Ketua PMI Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, S.H., unsur Muspika Kecamatan Juli, perangkat gampong, serta puluhan relawan kemanusiaan PMI. Aksi kemanusiaan dalam rangka HUT ke-81 PMI tersebut dilaksanakan atas arahan dan gagasan Bupati Bireuen.
Bupati Mukhlis menginstruksikan jajaran PMI Bireuen agar peringatan HUT PMI tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial di wilayah perkotaan, tetapi diwujudkan melalui kepedulian secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam sambutannya, Bupati Mukhlis menyampaikan komitmen Pemkab untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam proses pemulihan setelah bencana.
“Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama PMI hadir untuk memastikan bahwa masyarakat Simpang Jaya tidak pernah dibiarkan berjuang sendirian. Kehadiran kita hari ini adalah bukti komitmen bersama dalam menjamin kebutuhan dasar serta pemulihan fasilitas vital warga,” ujar Bupati Mukhlis.
Baca juga: Edi Saputra: PMI Bireuen Rumah Kedua Saya
Ketua PMI Bireuen, Edi Saputra, menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Bupati Mukhlis yang dinilainya responsif terhadap kondisi masyarakat.
“Instruksi Bapak Bupati menjadi pelecut semangat bagi kami di PMI. Bimbingan beliau selaku Pelindung PMI membuktikan bahwa kepemimpinan yang kuat adalah kepemimpinan yang hadir langsung di tengah rakyatnya,” kata Edi Saputra.
Bantuan yang disalurkan PMI Bireuen meliputi paket sembako keluarga, perlengkapan pemulihan kebersihan, kebutuhan spesifik untuk balita dan ibu hamil, serta kebutuhan darurat lainnya.
Selain bantuan tersebut, PMI Bireuen bersama donatur juga sedang merealisasikan pembangunan jaringan pipanisasi air bersih sepanjang 1.375 meter. Pembangunan jaringan tersebut ditujukan untuk menunjang kebutuhan sanitasi masyarakat di kawasan terdampak.
