BREAKING
Ekonomi

Ekspor Aceh Capai Rp6,3 T, Perdagangan Semester I Surplus

Ekspor Aceh Capai Rp6,3 T, Perdagangan Semester I Surplus
Ilustrasi. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh— Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Aceh pada Semester I 2026 mencatat surplus sebesar USD105,40 juta. Capaian tersebut diperoleh dari nilai devisa ekspor Aceh yang mencapai USD366,66 juta, sementara nilai devisa impor tercatat USD261,26 juta sepanjang Januari hingga Juni 2026.

Berdasarkan Laporan Komoditas Ekspor dan Impor Provinsi Aceh Semester I Tahun 2026, nilai ekspor tersebut setara sekitar Rp6,3 triliun dengan total berat bersih barang mencapai 7,09 juta ton. Sementara nilai impor mencapai sekitar Rp4,49 triliun.

Struktur ekspor Aceh masih didominasi produk mineral. Komoditas dari kelompok ini menghasilkan devisa sebesar USD261,93 juta atau sekitar 71,4 persen dari total ekspor Aceh. Setelah produk mineral, sektor perkebunan menyumbang USD64,51 juta atau 17,6 persen, sedangkan minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) memberikan kontribusi USD29,74 juta atau 8,1 persen.

Ketiga kelompok komoditas tersebut menyumbang sekitar 97,1 persen dari keseluruhan devisa ekspor Aceh selama Semester I 2026.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Aceh, Leni Rahmasari, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kinerja positif perdagangan luar negeri Aceh.

“Laporan ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk melihat perkembangan komoditas ekspor dan impor Aceh serta potensi perdagangan daerah,” ujarnya, Senin (7/9/2026).

Batu bara menjadi komoditas utama dalam kelompok produk mineral dengan nilai devisa mencapai USD261,59 juta. Ekspor batu bara tersebut dilakukan oleh tiga perusahaan, yakni PT Mifa Bersaudara, PT Bara Energi Lestari, dan PT Media Djaya Bersama.

PT Mifa Bersaudara menjadi eksportir terbesar dengan kontribusi 72,87 persen. Berikutnya PT Bara Energi Lestari sebesar 21,33 persen dan PT Media Djaya Bersama sebesar 5,79 persen.

Seluruh ekspor batu bara tersebut berasal dari Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Nagan Raya. Aceh Barat menjadi daerah asal terbesar dengan nilai devisa USD205,79 juta, sedangkan Nagan Raya menyumbang USD55,80 juta.

India menjadi negara tujuan utama ekspor batu bara Aceh dengan kontribusi mencapai 83,93 persen. Ekspor selanjutnya ditujukan ke China, Thailand, dan Vietnam.

Sementara itu, sektor perkebunan didominasi komoditas kopi, teh, maté, dan rempah-rempah yang menyumbang 90,78 persen dari total devisa sektor tersebut. Ekspor CPO tercatat sebesar USD29,74 juta dengan total berat bersih sekitar 25,67 ribu ton.

Baca juga: Batu Bara Jadi Komoditas Ekspor Terbesar Aceh pada Juli 2026

Seluruh ekspor CPO dilakukan oleh PT Agro Murni. Negara pembeli tercatat Singapura, sementara tujuan fisik pengirimannya menuju pelabuhan-pelabuhan di India.

Dari sisi perkembangan ekspor, Kuartal II 2026 mencatat nilai devisa sebesar USD195,18 juta atau meningkat 13,82 persen dibandingkan Kuartal I. Namun, total berat bersih ekspor pada periode tersebut justru mengalami penurunan sebesar 7,19 persen.

Secara bulanan, nilai ekspor Aceh mengalami fluktuasi sebelum meningkat tajam pada Juni. Nilai devisa ekspor pada Juni mencapai USD85,31 juta, naik 61,31 persen dibandingkan Mei sekaligus menjadi capaian tertinggi selama Semester I 2026.

Peningkatan tersebut sejalan dengan kenaikan Harga Batu Bara Acuan (HBA) yang disertai peningkatan total berat bersih ekspor dibandingkan bulan sebelumnya.

Pada sisi impor, propana dan butana menjadi komoditas yang paling dominan. Kedua komoditas tersebut secara gabungan menyumbang sekitar 97,96 persen dari total devisa impor Aceh. Nilai impor butana mencapai USD132,56 juta, sedangkan propana sebesar USD123,36 juta.

Amerika Serikat menjadi negara asal utama barang impor propana dan butana dengan nilai sekitar USD237 juta atau sekitar 93 persen dari total devisa kedua komoditas tersebut.

Jika dilihat berdasarkan negara pemasok, Amerika Serikat berkontribusi sekitar 37 persen. Uni Emirat Arab menyusul sebesar 32 persen, Singapura 18 persen, serta Aljazair dan Norwegia masing-masing 7 persen.

Aktivitas impor tertinggi selama Semester I 2026 terjadi pada Mei, dengan nilai devisa mencapai USD89,16 juta dan total berat bersih sebesar 122,16 ribu ton.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *