BREAKING
Daerah

Pasokan Semen Aceh Defisit 500 Ton/Hari, SBA Datangkan Pasokan dari Luar Daerah

Semen Andalas Langka di Sejumlah Wilayah Aceh, Ini Penjelasan PT SBA Pasokan Semen Aceh Defisit 500 Ton/Hari, SBA Datangkan Pasokan dari Luar Daerah
PT Solusi Bangun Andalas (SBA). Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh— PT Solusi Bangun Andalas (SBA) meningkatkan pasokan semen ke Aceh untuk memenuhi kebutuhan yang mengalami defisit di tengah meningkatnya aktivitas pembangunan, terutama rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan peningkatan pasokan tersebut dilakukan setelah Pemerintah Aceh berkoordinasi dengan PT SBA untuk mengatasi persoalan ketersediaan semen yang terjadi di sejumlah wilayah.

“Arahan Bapak Gubernur jelas, pasokan semen harus segera dipulihkan agar tidak menghambat pembangunan, khususnya program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana maupun kebutuhan masyarakat,” kata Nurlis Effendi di Banda Aceh, Selasa (4/8/2026).

Nurlis menyampaikan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut laporan Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir Syamaun, kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

General Manager PT Solusi Bangun Andalas, R Adi Santosa, menjelaskan kapasitas produksi semen curah PT Sokusi Bangun Andalas di Aceh mencapai 5.400 ton per hari. Namun, produksi yang saat ini mampu dipenuhi mencapai 3.700 ton per hari atau setara dengan 92.500 sak semen per hari.

Produksi tersebut berasal dari sejumlah terminal. Terminal PT SBA Lhoknga atau Andalas mampu memasok 1.400 ton per hari atau 35.000 sak dengan waktu operasional 24 jam. Terminal Malahayati atau Padang memasok 400 ton per hari atau 10.000 sak dengan waktu operasional 24 jam.

Sementara Terminal Krueng Geukuh I atau Padang memasok 900 ton per hari atau 22.500 sak dengan waktu operasional 16 jam. Terminal Krueng Geukuh II atau Andalas memasok 500 ton per hari atau 12.500 sak dengan waktu operasional 16 jam. Adapun Terminal Belawan memasok 500 ton per hari atau 12.500 sak dengan waktu operasional 24 jam.

Baca juga: Pemerintah Aceh Bentuk Tim Usut Kelangkaan Semen dan BBM

Berdasarkan proyeksi PT SBA, kebutuhan semen di Aceh saat ini mencapai 4.200 ton per hari atau sekitar 105.000 sak per hari. Dengan kemampuan pasokan yang mencapai 3.700 ton per hari, Aceh mengalami defisit sekitar 500 ton per hari atau 12.500 sak per hari.

“Kondisi tersebut turut memengaruhi kenaikan harga semen di sejumlah wilayah Aceh, sehingga diperlukan langkah cepat untuk menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas harga di pasaran,” kata Nurlis.

Sebagai langkah pemenuhan kebutuhan, PT SBA segera menambah jam operasional Terminal Pengisian Krueng Geukuh II dari 16 jam menjadi 24 jam per hari. SBA juga menambah pasokan semen curah dari luar Aceh melalui tiga kapal pengiriman.

Adi Santosa menyampaikan, kapal pertama telah bersandar di Pelabuhan Krueng Geukuh pada 2 Agustus 2026 dengan membawa semen curah. Pengiriman melalui kapal berikutnya akan dilakukan secara bertahap selama Agustus 2026 untuk menjaga ketersediaan semen di Aceh.

Selain semen curah, PT SBA juga akan menambah pasokan semen dalam bentuk sak dari luar Aceh untuk menutupi kekurangan kebutuhan semen di Aceh.

Di sisi lain, Pemerintah Aceh menyiapkan data mengenai harga dan kebutuhan semen di setiap kabupaten dan kota di Aceh. Data tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya pemerintah memantau kondisi pasokan dan harga semen di daerah.

Pemerintah Aceh juga mengimbau distributor menjaga ketersediaan dan mengendalikan harga semen agar tidak terjadi lonjakan harga di tingkat pengecer.

Nurlis mengatakan Pemerintah Aceh akan terus melakukan evaluasi bersama PT Solusi Bangun Andalas dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pasokan semen tetap terjaga, distribusi berjalan lancar, dan harga tetap terkendali.

“Sehingga kebutuhan masyarakat serta pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh tidak mengalami hambatan,” kata Nurlis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *