Komparatif.ID,Jantho—Mencari pahala bukan sebuah pilihan. Allah telah menegaskan bahwa mencari pahala merupakan kewajiban. Harus dilakukan, dan tidak ada pilihan selain patuh.
Abu H. Athailah Ishaq Al-Amiry, Pemimpin Dayah Ulee Titi, Aceh Besar, dalam sebuah khutbahnya, yang disitat Komparatif.ID,Rabu, 15 Juli 2026, menyampaikan, Allah mewajibkan bagi setiap hamba-Nya yang beriman, mencari pahala.
Kewajiban melaksanakan salat, kewajiban membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadan,dan lain-lain, karena setiap orang yang beriman wajib mencari pahala.
“Allah mewajibkan bagi kita untuk mencari pahala.Sehingga Allah mewajibkan bagi kita salat untuk mencari pahala. Allah mewajibkan bagi kita puasa untuk mencari pahala. Hal tersebut termasuk “amrun” sesuatu yang diperintahkan,” kata Abu Ulee Titi.
Bagi siapa saja yang tidak bersedia mencari fahala, Allah menjanjikan sesuatu yang buruk bagi yang tidak taat.
Baca: Setiap Bulan Ismail Rasyid Dirayu Beli Jet Pribadi oleh Owner Private Jet
Dalam konteks mencari rezeki, Allah telah mengatur rezeki untuk setiap ciptaaan-Nya. Dalam Surah Hud Ayat 6, Allah berfirman, “Dan tidak ada satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.”
Mengabaikan Tugas Mencari Pahala Merupakan Kekeliruan
Abu Ulee Titi mengkritik perilaku Sebagian manusia di muka bumi. Mereka karena sangat sibuk mencari rezeki, justru menanggalkan kewajiban. Mereka meninggalkan salat wajib, karena alasan sibuk mencari rezeki. Ketika manusia menanggalkan kewajibannya, sesungguhnya ia sedang memanggil datangnya bala.
Teungku H. Athailah Ishaq Al-Amiry tidak dalam konteks melarang seseorang mencari nafkah. Karena mencari nafkah juga kewajiban bagi manusia, supaya dapat memenuhi kebutuhan diri dan keluarga. Tetapi mencari nafkah jangan sampai meninggalkan salat wajib.
Allah memerintahkan kita mencari fahala.Kita malah terbalik, terlalu mengejar rezeki.Kerja dari pagi sampai malam sampai lupa salat hanya untuk mengejar rezeki,” kata Abu.
Mengutip sabda Rasulullah SAW, Abu Athalilah menyebutkan Allah akan memberikan rezeki dunia dengan amal akhirat. Tapi Allah tidak akan memberikan akhirat dengan amal dunia. “Allah akan memberikan nikmat-nikmat dunia dengan amal akhirat,” sebutnya mengutip matan hadist.
Dalam Surah At Talaq, Ayat 3, Allah berfirman Siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Ada ayat 3, Allah berfirman, Dan Dia pun memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.
Abu menyebutkan Allah tidak akan berpaling dari orang-orang saleh, orang-orang taat. Allah sangat mencintai hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam ketaatan, dan menjauhi segala hal yang dilarang.
Perihal tidak akan bertukarnya antara dunia dan akhirat, disebutkan dalam sebuah hadist Nabi, yang intinya tidak akan kita dapatkan akhirat dengan amal dunia.Allah akan memberikan dunia dengan amal akhirat.
Sang cendekian Islam tersebut mengingatkan kepada jamaah, rezeki setiap hamba dijamin oleh Allah. ”Allah telah menjamin rezeki untuk kita, kalau kita benar-benar percaya dan taat pada perintah Allah.”
Semua Perbuatan Dicatat Malaikat
Abu juga mengingatkan setiap perbuatan manusia dicatat oleh malaikat. Catatan malaikat bukan hanya memuat kesalahan yang dilakukan, tetapi juga kebaikan yang dilakukan.
“Malaikat mencatat semua pebuatan kita, tidak hanya perbuatan salah. Bahkan jika hanya berkata “hemm” ketika sakit dicatat oleh malaikat.Nanti (di akhirat) ditanya oleh Allah “ Apakah kamu tidak bisa bersabar atas cobaan yang Kuberikan.”
Abu mengajak supaya semua orang menjaga lisannya, demi keselamatan di dunia dan di akhirat. Jangan sampai lisan yang dikeluarkan dapat menyakiti orang lain. Bahkan dalam konteks menjaga lisan, Bagida Nabi mengingatkankepada manusia bahwa “mulutmu harimaumu,”




