Komparatif.ID, Calang– Ikatan Pidie Sepakat Jaya (IPSJ) meminta aparat penegak hukum tidak berhenti pada penangkapan pelaku pabrik sabu 1,2 ton di Gampong Ulee Tutue (Beureueh Dua), Kecamatan Mutiara Timur,, tetapi mengembangkan penyidikan untuk membongkar jaringan yang berada di balik produksi dan peredaran narkotika tersebut.
Ketua Umum IPSJ, Hamdani, menilai kasus tersebut menjadi peringatan serius bagi masyarakat dan pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi berkaitan dengan peredaran narkotika.
“Ini merupakan peristiwa yang sangat memilukan dan mencoreng nama baik daerah. Pidie seharusnya dikenal melalui potensi pertanian, hasil bumi, budaya, dan masyarakatnya yang produktif, bukan karena menjadi lokasi produksi narkotika berskala besar,” ujar Hamdani, Sabtu (24/10/2026)
Menurut Hamdani, Pidie selama ini dikenal dengan berbagai potensi daerah, termasuk hasil pertanian, kerupuk mulieng atau emping melinjo, serta gabah. Karena itu, terungkapnya dugaan pabrik sabu berskala besar di wilayah tersebut menjadi perhatian yang tidak bisa diabaikan.
Ia mendukung sepenuhnya langkah Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian, dan instansi terkait dalam mengungkap serta memberantas produksi dan peredaran narkotika. Menurutnya, penanganan kasus tersebut harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak berhenti pada pelaku yang berada di lapangan.
Hamdani meminta aparat penegak hukum mengembangkan penyidikan berdasarkan bukti dan alat bukti yang sah untuk mengetahui pihak-pihak yang memiliki peran dalam jaringan tersebut.
“Pengungkapan ini jangan berhenti pada 11 orang tersangka yang telah ditangkap. Aparat harus terus mengembangkan penyidikan berdasarkan bukti dan alat bukti yang sah untuk mengungkap seluruh jaringan, termasuk pihak yang diduga menjadi pemodal, pengendali, pemasok, dan pihak lain yang terlibat,” tegasnya.
Baca juga: Pabrik Sabu 1,2 Ton di Pidie Terbongkar, Kapolda Minta Geuchik Waspada
Ia menilai kejahatan narkotika tidak hanya berdampak terhadap individu yang mengonsumsinya, tetapi juga dapat memengaruhi keluarga dan lingkungan sosial. Peredaran narkotika juga dinilai berpotensi mengancam generasi muda apabila tidak ditangani secara serius.
Karena itu, Hamdani yang pernah menjabat sebagai Ketua Inspirasi Anti Narkoba Kabupaten Aceh Jaya dan Relawan Anti Narkoba BNNP Aceh, meminta proses penyidikan dilakukan secara profesional, tegas, transparan, dan tuntas.
Sebagai putra kelahiran Pidie, Hamdani berharap pengungkapan kasus tersebut menjadi momentum evaluasi bersama bagi pemerintah gampong, kecamatan, dan Pemerintah Kabupaten Pidie untuk memperkuat pengawasan serta kewaspadaan di lingkungan masyarakat.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar. Masyarakat, kata dia, dapat menyampaikan informasi kepada aparat berwenang apabila menemukan aktivitas yang benar-benar mencurigakan.
Namun, ia mengingatkan agar laporan disampaikan secara bertanggung jawab dan berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diminta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
“Jangan sampai anak-anak dan generasi muda Aceh menjadi korban bisnis haram yang hanya menguntungkan segelintir orang. Kita harus bergerak bersama, meningkatkan kewaspadaan, memperkuat edukasi, dan mendukung penegakan hukum agar narkoba tidak merampas masa depan generasi penerus bangsa,” kata Hamdani.




