Komparatif.ID, California— Harga saham Apple naik 1,8 persen pada pukul 12.30 siang waktu New York pada Rabu (4/2/2026) waktu setempat. Pada saat yang sama, Indeks Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi justru turun 2,4 persen.
Tren ini juga memperpanjang penguatan saham produser iPhone yang telah naik hampir 6 persen sejak awal bulan ini, sementara Nasdaq 100 turun sekitar 3,3 persen dalam periode yang sama.
Kenaikan harga saham tersebut mendorong kapitalisasi pasar Apple menembus lebih dari 4 triliun dolar AS. Dengan capaian itu, Apple menyalip Inc. dan menempati posisi sebagai perusahaan terbesar kedua di dunia berdasarkan nilai pasar, di bawah Nvidia Corp.
Melansir Bloomberg, perusahaan pembuat iPhone itu dinilai memiliki posisi berbeda dibanding emiten teknologi lain yang lebih agresif menggelontorkan belanja besar untuk pengembangan AI.
Perbedaan kinerja Apple dan perusahaan induk Google itu juga ditopang oleh fundamental Apple yang dinilai solid. Laporan kinerja perusahaan pekan lalu mencatat penjualan kuartalan tertinggi sepanjang sejarah, disertai proyeksi ke depan yang melampaui perkiraan analis.
Baca juga: Kekayaan Elon Musk Tembus Rp12.000 Triliun, Tiga Kali Lipat APBN Indonesia
Sebaliknya, sektor teknologi lain, khususnya software, justru dibayangi ketidakpastian yang semakin besar.
Tekanan di sektor tersebut meningkat setelah peluncuran berbagai tool AI baru oleh Alphabet Inc. dan startup Anthropic. Inovasi tersebut memicu aksi jual saham teknologi karena investor khawatir layanan AI akan menggerus pertumbuhan dan profitabilitas bisnis yang sudah ada.
ETF yang berisi saham-saham software tercatat turun 2,7 persen dan menuju sesi negatif ketujuh berturut-turut, yang menjadi rekor terpanjang dalam lebih dari dua tahun.
Microsoft Corp. juga tidak luput dari tekanan. Saham perusahaan ini telah turun 14 persen sejak awal tahun.
Hingga Kamis (5/2/2026), Nvidia tercatat sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, disusul Apple dan Alphabet Google, kemudian Microsoft, Amazon, Meta Platforms, TSMC, Saudi Aramco, Tesla, dan Broadcom.













