Komparatif.ID, Jakarta— Badan Pusat Statistik mengatakan pascabencana hidrometeorologi, Aceh alami deflasi pada Januari 2026. Kondisi serupa juga dialami oleh Sumatra Utara dan Sumatra Barat, yang pada Desember 2025 lalu ketiga provinsi tersebut mengalami inflasi.
Dalam rilis inflasi nasional, Aceh tercatat mengalami deflasi minus 0,15 persen pada Desember 2025 dan inflasi sebesar 3,60 persen pada Januari 2026.
BPS mencatat secara nasional, perekonomian Indonesia mencatat deflasi sebesar minus 0,15 persen pada Desember 2025. Memasuki Januari 2026, kondisi berbalik dengan terjadinya inflasi sebesar 0,64 persen secara bulanan.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Ateng Hartono, menjelaskan secara umum deflasi di ketiga provinsi tersebut terutama dipengaruhi oleh kelompok komoditas makanan, minuman, dan tembakau.
Baca juga: Beras, Emas, dan Rokok Jadi Penyebab Inflasi di Aceh
Ateng menyebutkan deflasi di Aceh utamanya didorong oleh penurunan harga telur ayam ras. Sementara itu, di Sumatra Utara dan Sumatra Barat, penurunan harga cabai merah menjadi faktor utama.
“Deflasi Aceh utamanya didorong oleh penurunan (harga) telur ayam ras, sedangkan di Sumatra Utara dan Sumatra Barat utamanya didorong oleh penurunan cabai merah,” kata Ateng Hartono pada rilis BPS yang disiarkan melalui Youtube, Senin (2/1/2026).
Untuk Aceh, deflasi bulanan Januari 2026 tercatat sebesar minus 0,15 persen. Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap deflasi tersebut antara lain telur ayam ras dengan andil minus 0,26 persen, disusul cabai merah minus 0,23 persen, beras minus 0,18 persen, bahan bakar rumah tangga minus 0,13 persen, serta minyak goreng minus 0,13 persen.













