Saturday, 7 November 2026

Komparatif.ID

Situs Berita Aceh Inspirasi Indonesia

Daerah

Yusril Persilahkan Komnas HAM Usut Kasus Penembakan di Pulo Keunari

Kasus Penembakan di Pidie Diserahkan ke Komnas HAM, TNI Lakukan Investigasi Internal
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra. Foto: Antara.

Komparatif.ID, Blang Bintang– Blang Bintang– Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, mengatakan pemerintah menyerahkan proses penyelidikan kasus penembakan saat penertiban pengibaran bendera Bulan Bintang di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro/Truseb, Pidie, kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Yusril juga menyebut pemerintah belum berencana membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut kasus yang menewaskan satu orang pada Rabu (4/11/2026) tersebut.

Menurut Yusril, Komnas HAM memiliki mandat dan kewenangan berdasarkan undang-undang untuk melakukan penyelidikan secara independen. Karena itu, pemerintah mempersilakan lembaga tersebut menjalankan tugasnya untuk mengungkap peristiwa yang terjadi di Gampong Pulo Keunari.

“Pemerintah mempersilakan Komnas untuk melakukan penyelidikan sesuai dengan tugas Komnas yang diberikan oleh undang-undang,” kata Yusril melansir ANTARA, Jumat (6/11/2026).

Yusril menilai pembentukan TGPF belum diperlukan dalam penanganan kasus tersebut. Ia juga membandingkan sikap pemerintah saat ini dengan penanganan demonstrasi yang berujung kerusuhan pada Agustus lalu.

“Pemerintah menganggap belum perlu membentuk satu TGPF, Tim Gabungan Pencari Fakta, itu enggak perlu ya,” ujarnya.

Ia mengatakan, dalam kasus kerusuhan Agustus lalu, pemerintah juga menyerahkan proses penyelidikan kepada Komnas HAM tanpa membentuk tim gabungan pencari fakta.

Sementara itu, Pangdam Iskandar Muda Brigjen TNI Mahesa Fitriadi membantah dugaan penggunaan peluru tajam oleh prajurit TNI AD dalam penertiban pengibaran bendera Bulan Bintang yang berujung bentrokan dan jatuhnya korban jiwa tersebut.

Meski membantah penggunaan amunisi tajam, Mahesa memastikan pihaknya tetap melakukan investigasi internal untuk mendalami rangkaian kejadian, termasuk penggunaan senjata oleh personel yang berada di lokasi.

Baca juga: Bupati Pidie Besuk Korban Insiden Pulo Keunari Tiro

Mahesa menjelaskan terdapat 272 personel yang dikerahkan dalam kegiatan penertiban tersebut. Namun, tidak seluruh personel membawa senjata. Ia mengklaim, penggunaan senjata dalam insiden itu hanya untuk memberikan peringatan setelah situasi di lapangan memanas.

Menurut Mahesa, awalnya prajurit TNI berupaya memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait penertiban pengibaran bendera Bulan Bintang. Namun, dalam proses tersebut, personel disebut mendapat lemparan batu dari berbagai arah.

Mahesa menyebut pelemparan terjadi dari depan, belakang, kiri, dan kanan. Menghadapi situasi tersebut, Komandan Kodim (Dandim) kemudian memerintahkan prajurit untuk mundur. Namun, menurut keterangannya, warga masih terus mengejar personel TNI.

Dalam situasi itu, prajurit disebut melepaskan tembakan peringatan menggunakan peluru hampa dan peluru karet ke arah atas. Mahesa menegaskan tidak ada tembakan yang diarahkan kepada warga.

“Mungkin dengan efek bunyi (tembakan ke atas), saudara-saudara kita bisa menahan diri. Begitu yang saya sampaikan, saya meyakini dan pertanggungjawabkan, tidak ada satu butir pun amunisi tajam,” tegasnya.

Kendati demikian, pihaknya belum menyelesaikan pendalaman terkait penggunaan senjata dalam insiden yang menyebabkan korban luka-luka dan satu orang meninggal dunia tersebut.

Mahesa mengatakan investigasi internal masih berlangsung dan hasilnya belum dapat disampaikan dalam waktu dekat karena membutuhkan proses pemeriksaan.

Ia memperkirakan dalam dua hari setelah konferensi pers, proses pendalaman belum tentu selesai. Hasil investigasi akan disampaikan setelah seluruh tahapan pemeriksaan dilakukan.

Sebagai bagian dari penyelidikan internal, personel yang terlibat dalam kegiatan penertiban belum dikembalikan ke satuan masing-masing. Mereka masih dikonsolidasikan di Kodim Pidie.

Selain itu, senjata yang digunakan dalam kegiatan tersebut telah dipisahkan untuk memudahkan pemeriksaan dan mengetahui senjata yang meletus saat pemberian tembakan peringatan.

Mahesa juga menyatakan tim internal TNI akan turun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk mendalami peristiwa bentrokan dan penembakan tersebut.

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *