
Komparatif.ID, Banda Aceh— Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) menyalurkan bantuan obat-obatan bagi korban banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah di Aceh. Bantuan tersebut diserahkan melalui Dewan Pimpinan Wilayah PPP Aceh dan didistribusikan dengan melibatkan tim medis dari Universitas Syiah Kuala.
Bantuan tersebut diserahkan Ketua DPW PPP Aceh, Amiruddin Idris, kepada Dekan Fakultas Kesehatan Universitas Syiah Kuala (USK), dr. Safrizal Rahman, M.Kes., Sp.OT, di Kantor DPW PPP Aceh, Banda Aceh, Selasa (13/1/2026).
Selanjutnya, bantuan akan disalurkan kepada penyintas banjir dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Aceh Tengah melalui posko medis FK USK.
Amiruddin menjelaskan bantuan obat-obatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian bantuan yang sebelumnya telah disalurkan oleh DPP PPP. Ia menyebutkan, pada 5 Januari 2026 lalu, Ketua Umum DPP PPP Muhammad Mardiono berkunjung ke Aceh dan menyerahkan bantuan berupa sembako untuk masyarakat terdampak bencana.
Bantuan sembako tersebut telah didistribusikan ke berbagai wilayah yang mengalami banjir dan tanah longsor.
Menurut Amiruddin, dalam paket bantuan yang disalurkan DPP PPP juga terdapat obat-obatan. Namun, pihaknya menilai obat-obatan tidak tepat jika diserahkan langsung kepada masyarakat tanpa pendampingan tenaga ahli.
“Ketua Umum DPP PPP Muhammad Mardiono berkunjung ke Aceh menyalurkan bantuan. Dan salah satu bantuan yang telah diberikan adalah berupa bentuk sembako berserta obat-obatan,” ujarnya.
Karena itu, DPW PPP Aceh menggandeng Fakultas Kedokteran USK yang telah membentuk posko-posko medis di lokasi bencana. Amiruddin berharap obat-obatan yang disalurkan dapat membantu masyarakat yang hingga kini masih berada di pengungsian dan membutuhkan layanan kesehatan.
Baca juga: Usai Harlah ke-53, Ketum PPP Serahkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Gampong Meuse
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran USK, dr. Safrizal Rahman, menyampaikan jenis obat-obatan yang diterima sesuai dengan kebutuhan umum di lokasi pengungsian.
Ia menjelaskan, penyakit yang banyak dialami penyintas banjir antara lain demam, batuk pilek, serta penyakit kulit. Obat-obatan tersebut direncanakan akan disalurkan dalam waktu dekat melalui tim medis yang berada di lapangan.
“Karena memang penyakit pengungsian ini seperti demam, batuk pilek, dan juga mungkin penyakit kulit. Kita melihat tadi rata-rata obatnya adalah obat yang berhubungan dengan penyakit yang kami sebutkan tadi. Jadi insyaallah kita akan salurkan dalam minggu-minggu ini,” terangnya.
Safrizal juga menyebutkan mahasiswa Fakultas Kedokteran USK masih berada di beberapa wilayah terdampak bencana melalui berbagai program pengabdian, termasuk kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Ia berharap bantuan obat-obatan ini dapat tepat sasaran dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Lebih lanjut, Safrizal menjelaskan meskipun pemulihan fasilitas kesehatan secara bertahap telah berjalan, masih terdapat kendala di lapangan. Banyak penyintas yang terkonsentrasi di titik-titik pengungsian, termasuk hunian sementara, serta sebagian lainnya masih berada di lokasi yang belum layak huni.
Kondisi tersebut menyebabkan tidak semua masyarakat mudah mengakses layanan kesehatan, terutama karena keterbatasan transportasi dan kerusakan infrastruktur.
Untuk mengatasi hal itu, Fakultas Kedokteran USK mengoperasikan layanan kesehatan bergerak atau mobile clinic. Melalui unit tersebut, tenaga medis mendatangi langsung lokasi-lokasi yang membutuhkan layanan kesehatan.
Safrizal mengatakan, bantuan obat-obatan dari DPP PPP ini akan didistribusikan melalui layanan mobile clinic tersebut, sehingga dapat menjangkau masyarakat di titik-titik yang sulit diakses.











