Tuesday, 3 November 2026

Komparatif.ID

Situs Berita Aceh Inspirasi Indonesia

Daerah

Kepala Posko Wilayah Aceh PRR Dampingi Kunjungan Mendagri ke Pidie Jaya

Kepala Posko Wilayah Aceh PRR Dampingi Kunjungan Mendagri ke Pidie Jaya
Kasatgas PRR yang juga Mendagri, Tito Karnavian, bersama Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, Ketua DPR Aceh, Zulfadhli, Kaposwil Satgas PRR Aceh dan juga Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Safrizal ZA. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Meureudu— Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Dr. Safrizal ZA, mendampingi kunjungan Mendagri Dr. H. Tito Karnavian ke Kabupaten Pidie Jaya pada Selasa, 3 November 2026,.

Safrizal yang juga Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kemendagri, menyampaikan kunjungan Mendagri yang merupakan Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra, dalam rangka meninjau Pidie Jaya yang kembali diterjang banjir bandang akibat jebolnya tanggul Krueng Meureudu dan Krueng Ulim.

“Baru-baru ini sejumlah Kecamatan di Pidie Jaya kembali diterjang banjir akibat hujan deras yang mengakibatkan jebolnya tanggul sungai di wilayah tersebut, ” kata Safrizal.

Dalam kunjungan itu, tambah Safrizal, Mendagri mengunjungi dua desa terdampak parah yang diterjang banjir pada 1 dan 2 November 2026. Desa yang dikunjungi yaitu Dayah Usen dan Alue Keutapang. Kedua desa tersebut berada di Kecamatan Meurah Dua.

Masing-masing desa mendapatkan bantuan Rp200 juta dari Mendagri. Serta satu unit dayah bernama Ibatun Mutaalimin di Desa Dayah Usen milik Teungku Yusri, juga mendapatkan santunan Rp50 juta dari Mendagri. Kementerian Sosial juga ikut memberikan bantuan sembako, kids ware, dan peralatan tidur.

Safrizal menyampaikan, berdasarkan arahan Menteri Dalam Negeri H. Tito Karnavian, bahwa Kemendagri akan membuat surat edaran yang isinya tentang penetapan status tanggap darurat bencana kepada daerah-daerah yang kembali diterjang bencana banjir bandang susulan.

Selain itu, tambah Safrizal, pemerintah daerah terdampak bencana Hidrometeorologi Sumatra supaya membuat surat permohonan pemanfaatan galian C di dalam sungai yang dangkal akibat bencana.

Mendagri menyampaikan, sedimentasi yang telah menyebabkan 100 lebih sungai di tiga provinsi di Sumatra, harus dikeruk. Oleh karenanya, pelibatan pihak ketiga untuk mengeruk sedimentasi perlu dibuka ruang. Pemanfaatan galian C di dalam sungai yang terdampak dapat dilakukan bilamana adanya permohonan dari bupati/walikota.

Baca juga: Kaposwil Satgas PRR Aceh: Sahrial Abadi Teladan Gotong Royong dari Tanoh Gayo

Syaratnya pihak ketiga yang diberikan izin nantinya bukan sekadar mencari keuntungan. Tapi bekerja dengan tujuan utama pemulihkan sungai. Nilai ekonomi yang didapat dari hasil tersebut dapat dibagi untuk pihak ketiga, pemerintah daerah, dan rakyat menikmati hasil pemulihan sungai lebih cepat.

Dalam kunjungan ke Pidie Jaya, Mendagri juga menyerahkan satu unit kendaraan Water Supply multifungsi 4000 liter untuk Pemkab Pijay. Bantuan tersebut diterima oleh Bupati Sibral Malasyi. Selain itu Mendagri juga menyerahkan tiga unit mesin pompa portable untuk Kabupaten Bireuen dan tiga unit untuk Aceh Utara.

Kunjungan Mendagri ke Pidie Jaya ikut didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhullah alias Dek Fadh, Ketua DPR Aceh Zulfadli (Abang Samalanga), Bupati Bireuen H. Mukhlis, S. T., Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil (Yah Wa), dan sejumlah pejabat lainnya.

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *