Saturday, 17 October 2026

Komparatif.ID

Situs Berita Aceh Inspirasi Indonesia

Daerah

Kabut Asap Mulai Berdampak, 5 Siswa per Kelas di MIN 21 Bireuen Tidak Hadir

Kabut Asap Mulai Berdampak, 5 Siswa per Kelas di MIN 21 Bireuen Tidak Hadir Para murid kelas VI MIN 21 Bireuen menggunakan masker saat ingin berolahraga. Foto: HO for Komparatif.ID.
Para murid kelas VI MIN 21 Bireuen menggunakan masker saat ingin berolahraga. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Bireuen— Kabut asap mulai dirasakan warga sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 21 Gampong Teupok Tunong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen. Kondisi tersebut turut memengaruhi kehadiran siswa, dengan rata-rata sekitar lima murid di setiap kelas tidak mengikuti proses belajar mengajar pada Sabtu (17/10/2026).

Salah seorang siswa kelas VI MIN 21 Gampong Teupok Tunong, Sunny Ajmali, mengaku mulai menggunakan masker sejak berangkat dari rumah menuju sekolah. Ia mengatakan merasakan perih pada mata ketika berada di luar ruangan, meski kondisi saluran pernapasannya masih terasa normal.

Penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang dilakukan siswa untuk mengurangi paparan kabut asap selama berada di lingkungan sekolah. Namun, tidak semua siswa telah menggunakan masker karena pengadaan masih dilakukan secara mandiri.

Wakil Kepala MIN 21 Gampong Teupok Tunong bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas), Sudirman, S.Pd.I., mengatakan pihak sekolah telah mengimbau siswa untuk menggunakan masker sejak Kamis, 14 Oktober 2026.

Menurut Sudirman, imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi udara yang terdampak kabut asap. Pihak sekolah juga masih melakukan pengadaan masker secara mandiri karena belum menerima bantuan masker khusus untuk siswa.

“Pengadaannya masih dilakukan secara mandiri karena sekolah belum menerima bantuan masker khusus, sehingga ada siswa sudah menggunakannya dan ada juga belum,” ujar Sudirman.

Ia mengatakan kondisi kesehatan siswa yang hadir di ruang kelas sejauh ini masih terkendali. Meski demikian, terdapat sejumlah siswa yang tidak masuk sekolah dengan alasan kurang sehat.

Baca juga: Asap Selimuti Pidie, Dinkes Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruang

Rata-rata terdapat sekitar lima siswa yang tidak hadir di hampir setiap ruang kelas. Kondisi tersebut membuat suasana sekolah terlihat lebih sepi dibandingkan hari-hari biasanya.

Sudirman mengatakan, pihak sekolah terus memperhatikan kondisi siswa selama berada di lingkungan sekolah. Imbauan penggunaan masker juga menjadi bagian dari langkah yang dilakukan sekolah untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan siswa.

“Rata-rata kondisi kesehatan para murid di ruangan masih terkendali, namun banyak juga tidak hadir karena alasan kurang sehat,” katanya.

Sementara itu, kondisi kabut asap juga dirasakan oleh siswa ketika berangkat menuju sekolah. Sunny Ajmali mengatakan penggunaan masker dilakukan sejak pagi sebagai bentuk perlindungan ketika berada di luar ruangan.

Selain menggunakan masker, sebagian siswa juga memilih menggunakan kacamata. Sudirman mengatakan dirinya turut merasakan dampak kabut asap ketika berangkat pada pagi hari, terutama berupa rasa perih pada mata.

“Saat saya berangkat pagi hari terasa mata perih, namun saat sampai di sekolah tidak terasa lagi, kemungkinan karena menggunakan kacamata,” ujarnya.

Pihak sekolah hingga kini masih mengimbau siswa untuk memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing dan menggunakan masker. Sekolah juga terus memantau kondisi siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar di tengah kondisi kabut asap.

Kondisi tersebut membuat aktivitas di MIN 21 Gampong Teupok Tunong berjalan dengan jumlah siswa yang lebih sedikit dibandingkan biasanya. Meski sebagian siswa tidak hadir karena kurang sehat, proses kegiatan belajar mengajar bagi siswa yang datang tetap berlangsung.

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *