
Komparatif.ID, Bangkok— Perang meletup di perbatasan Thailand dan Kamboja. Jet tempur F-16 Thailand membombardir wilayah Kamboja. 12 orang dilaporakn tewas dalam konflik yang pecah pada Kamis (4/7/2025).
Informasi yang dilansir Al-Jazeera, sebuah jet tempur F-16 Thaialnd telah membombardir sejumlah target di wilayah Kamboja. Perang tersebut dipicu sengketa perbatasan yang semakin memanas. Krisis diplomatik kedua negara memuncak menjadi serangan militer.
Menurut laporan 11 warga sipil merenggang nyawa, dan satu tentara Thailand gugur dalam perang tersebut.
Thailand dan Kamboja saling menyalahkan atas pecahnya pertempuran baru yang meletus Kamis pagi di daerah dekat Kuil Ta Moan Thom yang terletak di daerah perbatasan di Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja barat laut.
Pejabat militer Thailand Laksamana Muda Surasant Kongsiri mengatakan pertempuran menyebar ke enam wilayah di sepanjang perbatasan. Militer Thailand menutup perbatasan antara kedua negara.
Di tengah seruan regional untuk mediasi, Perdana Menteri sementara Thailand, Phumtham Wechayachai, dalam konferensi pers mengatakan, pertempuran harus dihentikan sebelum negosiasi dapat dilakukan. Ia mengatakan tidak ada deklarasi perang, dan pertempuran tidak menyebar ke provinsi-provinsi lain.
Menteri Kesehatan Thailand, Somsak Thepsuthin, mengatakan 11 warga sipil Thailand, termasuk seorang anak laki-laki berusia 8 tahun, dan seorang tentara tewas dalam penembakan artileri oleh pasukan Kamboja. Ia mengatakan 24 warga sipil dan tujuh personel militer terluka.
Baca juga: Baru 2 Hari, Perang Hamas-Israel Telan 1.100 Korban
Menteri kesehatan tersebut mengatakan kepada para wartawan bahwa tindakan Kamboja, termasuk serangan terhadap sebuah rumah sakit, harus dianggap sebagai kejahatan perang.
Sebuah pernyataan militer Thailand yang merinci korban jiwa menyebutkan enam warga sipil tewas dan dua lainnya luka-luka dalam penembakan di dekat sebuah pom bensin di Ban Phue, Distrik Kantharalak, Provinsi Sisaket, sekitar 20 km (12 mil) dari perbatasan.
Korban lainnya termasuk dua warga sipil, termasuk anak laki-laki berusia 8 tahun, yang tewas dalam serangan di dekat wilayah Ban Chorok, Distrik Kabcheing, Provinsi Surin yang melukai dua orang lainnya. Satu orang tewas dan satu lainnya luka-luka di distrik Nam Yuen, Provinsi Ubon Ratchathani.
Kepada Reuters, seorang pejabat Provinsi Surin mengatakan, pertempuran tersebut telah menyebabkan evakuasi setidaknya 40.000 warga sipil dari 86 desa di dekat perbatasan ke lokasi yang lebih aman.
Kamboja belum memberikan pernyataan mengenai adanya korban di pihaknya.
Perdana Menteri Kamboja Hun Manet telah meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai tanggapan atas kekerasan tersebut. Ia mengatakan bahwa hal itu “sangat mengancam perdamaian di kawasan”.
Militer Thailand mengatakan bahwa, Kamis pagi, Kamboja telah mengerahkan pesawat nirawak pengintai sebelum mengirim pasukan ke daerah tersebut, yang menurut mereka telah melepaskan tembakan dengan senjata berat, termasuk artileri dan roket jarak jauh BM21, yang memaksa tentara Thailand untuk membalas menggunakan jet tempur F-16.
Militer mengatakan enam jet tempur F-16 Thailand telah disiapkan untuk dikerahkan dalam konflik perbatasan, dan serangan mereka telah mengenai dua target militer Kamboja di darat.
Dalam situasi yang semakin memburuk setiap jamnya, pasukan Kamboja melancarkan serangan terhadap wilayah sipil di Thailand, termasuk sebuah rumah sakit, yang menyebabkan kematian, kata Kementerian Luar Negeri Thailand.
Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja mengatakan jet-jet tempur F-16 Thailand menjatuhkan dua bom di sebuah jalan, dan mereka mengutuk keras agresi militer yang sembrono dan brutal oleh Kerajaan Thailand terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Kamboja.
Disadur dari: Aljazeera, Reuters.