Tuesday, 3 November 2026

Komparatif.ID

Situs Berita Aceh Inspirasi Indonesia

Daerah

Inflasi Aceh Tembus 5,05 Persen, Makanan Jadi Penyumbang Terbesar

Inflasi Aceh Tembus 5,05 Persen, Makanan Jadi Penyumbang Terbesar
Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh– Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat inflasi sebesar 0,13 persen secara bulanan (m-to-m) pada Oktober 2026. Sementara secara tahunan (y-on-y), inflasi Aceh mencapai 5,05 persen.

Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, mengatakan kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar. Kelompok tersebut mengalami inflasi sebesar 0,77 persen dengan andil 0,09 persen terhadap inflasi Aceh pada Oktober 2026.

“Pada Oktober 2026, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,77 persen dan memberikan andil sebesar 0,09 persen terhadap inflasi Aceh,” kata Agus, Senin (2/11/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah komoditas yang memengaruhi inflasi bulanan antara lain cabai merah, cabai rawit, nasi dengan lauk, tomat, dan ikan bandeng. Sementara komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi bulanan meliputi daging ayam ras, beras, ikan dencis, ikan tongkol, dan udang basah.

Menurut Agus, kondisi inflasi tahunan juga perlu menjadi perhatian karena angkanya mencapai 5,05 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang andil terbesar terhadap inflasi tahunan, yakni sebesar 2,04 persen.

“Secara tahunan, inflasi Aceh mencapai 5,05 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar sebesar 2,04 persen. Inflasi terutama didorong oleh beras, nasi dengan lauk, bensin, tomat, dan daging ayam ras,” ujarnya.

Baca juga: Inflasi Aceh pada Juli 2026 Capai 5,38 Persen

Selain komoditas tersebut, sejumlah barang dan kebutuhan lainnya juga turut memberikan pengaruh terhadap inflasi tahunan. Di antaranya baju muslim wanita, cabai merah, telur ayam ras, bawang merah, serta ikan biji nangka atau yang dikenal dengan ikan dunia.

BPS mencatat penghitungan inflasi di Aceh dilakukan pada lima daerah, yakni Kota Banda Aceh, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Tamiang, dan Meulaboh.

Berdasarkan hasil penghitungan tersebut, seluruh wilayah pemantauan mengalami inflasi secara tahunan pada Oktober 2026. Kabupaten Aceh Tengah mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 7,11 persen. Sementara inflasi terendah terjadi di Meulaboh sebesar 3,54 persen.

Adapun secara bulanan, perkembangan harga di lima daerah tersebut menunjukkan kondisi yang berbeda. Inflasi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah, Meulaboh, dan Kota Banda Aceh. Kabupaten Aceh Tengah mencatat inflasi bulanan tertinggi sebesar 1,01 persen.

Sebaliknya, deflasi bulanan terjadi di Kota Lhokseumawe dengan angka terdalam sebesar 0,32 persen. Perbedaan tersebut menunjukkan perkembangan harga komoditas di setiap daerah tidak sepenuhnya sama.

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *