Cegah Campak dan Penyakit Menular, Dinkes Aceh Turunkan Tim HEOC ke 9 Daerah

Cegah Campak dan Penyakit Menular, Dinkes Aceh Turunkan Tim HEOC ke 9 Daerah
Dinkes Aceh melalui Posko HEOC kembali kerahkan tim vaksinasi dan pengendalian vektor penyakit menular ke sembilan kabupaten/kota di Aceh. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh— Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh melalui Posko Health Emergency Operation Center (HEOC) kembali mengerahkan tim vaksinasi dan pengendalian vektor penyakit menular ke sembilan kabupaten/kota di Aceh.

Pengerahan ini dilakukan untuk memperkuat pencegahan penyakit menular dengan meningkatkan cakupan imunisasi serta menekan risiko penyakit berbasis lingkungan yang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.

Plt Kadinkes Aceh, Ferdiyus, mengatakan pengiriman tim merupakan bentuk komitmen Pemerintah Aceh melindungi kesehatan masyarakat.

“Pada hari ini, Dinas Kesehatan melalui posko HEOC mengirimkan kembali tim vaksinasi dan tim pengendali vektor fokus ke 9 kabupaten kota, terutama sekali untuk campak”, ujar Ferdiyus saat melepas tim, Minggu (18/1/2026).

Tim Imunisasi Tambahan Campak Batch II Posko HEOC Dinas Kesehatan Aceh dikerahkan ke Kabupaten Aceh Timur, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Di daerah-daerah tersebut, tim melaksanakan imunisasi tambahan bagi anak usia 9 hingga 59 bulan.

Pelaksanaan imunisasi dilakukan bekerja sama dengan dinas kesehatan kabupaten/kota serta puskesmas setempat agar kegiatan berjalan sesuai sasaran.

Baca juga: 2 Bulan Terendam Lumpur, Instalasi Farmasi RSUD Aceh Tamiang Mulai Pulih

Sementara itu, tim pengendalian vektor penyakit menular ditugaskan ke Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang. Kegiatan yang dilakukan meliputi surveilans vektor, edukasi kepada masyarakat, serta pengendalian lingkungan untuk menekan risiko penyakit yang ditularkan melalui vektor.

Ferdiyus menambahkan tim vaksinasi difokuskan pada pencegahan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, seperti campak, sedangkan tim pengendalian vektor bertugas mengurangi risiko penyakit berbasis lingkungan.

“Tim vaksinasi difokuskan pada pencegahan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, seperti campak, sementara tim pengendalian vektor bertugas menekan risiko penyakit berbasis lingkungan,” tambah Ferdiyus.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Aceh, dr. Iman Murahman, menjelaskan imunisasi tambahan bagi daerah terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh telah dimulai sejak 5 Januari 2026.

Kegiatan ini dilakukan menyusul ditemukannya kasus campak di sejumlah daerah. Menurutnya, imunisasi bertujuan melindungi anak dari penyakit berat sekaligus membentuk kekebalan kelompok. Ia menyebutkan sebanyak 152 personel dikerahkan untuk tim imunisasi tambahan Batch II dan 35 orang untuk tim pengendalian vektor.

Pengerahan tim ini diharapkan dapat meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi serta memperkuat kewaspadaan dini terhadap penyakit menular.

“Imunisasi bertujuan melindungi anak dari penyakit berat sekaligus membentuk kekebalan kelompok. Totalnya ada 152 personil yang dikerahkan untuk tim imunisasi tambahan Batch II & sebanyak 35 orang untuk tim Pengendalian Vektor,” imbuh dr. Iman.

Artikel SebelumnyaSafrizal ZA Ditunjuk Jadi Pelaksana Satgas Percepatan Rehab-Rekon di Aceh
Artikel SelanjutnyaDihantam Cuaca Ekstrem, Afrika Selatan Tetapkan Darurat Bencana Nasional
Zikril Hakim
Reporter magang untuk Komparatif.ID. Meliput isu-isu sosial, dan olahraga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here