Komparatif.ID, Takengon– Banjir Aceh yang dipicu oleh hujan deras dari Senin (24/11/2025) telah menyebabkan banjir bandang pada Rabu (26/11/2025. Bencana alam tersebut menyebabkan Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah terisolir.
Jalur transportasi dari dan menuju dua kabupaten tersebut putus dari semua penjuru. Jembatan putus di mana-mana, demikian jalan yang amblas dan dibenam longsor. Termasuk di ruas utama Bireuen-Takengon.
Idrus Saputra, mantan Reje Paya Tumpi Baru, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, melaporkan warga di dua kabupaten itu mulai resah. Banjir Aceh telah menyebabkan warga krisis sembako, bahan bakar (minyak dan gas), listrik, dan komunikasi seluler.
“Gelap. Lampu padam di mana mana. Di pusat ibu kota Aceh Tengah, Takengon, hanya lingkungan Kantor Bupati dan DPRK Aceh Tengah yang terang. Banyak warga berkumpul di sana pada malam,” terang Idrus Saputra, Sabtu (29/11/2025), seperti ditulis di linimasa Facebook.
Sampai dengan hari Jumat, 28 November 2025,di Kota Takengon masih ada beberapa kedai sembako yang buka. Namun banyak sudah yang tutup. 3 SPBU yang ada di
Kabupaten Aceh Tengah sudah tutup sejak Kamis. Termasuk 2 SPBU di Kabupaten Bener Meriah tutup.
Transaksi keuangan hanya Bank Aceh yang masih membuka secara terbatas di dua ATM dengan antrian mengular.
Baca juga: Aceh Tengah Terisolasi Total, Seluruh Akses Darat Putus
14 kecamatan yang ada di Aceh Tengah lumpuh.
Korban meninggal diperkirakan mencapai puluhan jiwa akibat tertimpa longsor. Masih ada korban jiwa yang belum ditemukan, atau dievakuasi karena medan yang berat.
Di kampung Paya Tumpi Baru kecamatan kebayakan pada Rabu pagi jam 5 Subuh, longsor telah menimbun satu rumah keluarga Idrus dan tiga orang meninggal.
Masih di kecamatan Kebayakan, Kampung Mendale yang letaknya di sisi Danau Lut Tawar, diterjang longsor dan banjir bandang, dengan luas puluhan hektare, hingga meratakan satu Kampung Mendale.
Lumpur yang meratakan Mendale, terhampar hingga ke tepian Danau Lut Tawar. Menurut laporan sementara, dua warga meninggal dunia, dan masih ada yang dinyatakan hilang.
Banjir Aceh juga menyebabkan sejumlah kampung yang ada di seputaran Danau Lut tawar terputus akses jalan. Sementara ini pemerintah dan BPBD daerah sudah mendistribusikan bantuan via kapal bot pada Jumat ini.
Beberapa warga Kecamatan Rusip, berjalan kaki menembus tantangan alam akibat bencana. Mereka baru tiba di Takengon pada Sabtu. Mereka berjalan kaki selama dua hari.
Menurut keterangan di Posko Pemkab Aceh Tengah, sampai dengan 29 November 2025, banjir Aceh masih berstatus bencana provinsi.












