Komparatif.ID, Bireuen— Kerugian akibat bencana banjir di Bireuen sejak Rabu malam (26/11/2025) diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 triliun. Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, menyampaikan estimasi tersebut saat ditemui Jumat malam (28/11/2025). Menurutnya, angka kerusakan kemungkinan semakin meningkat setelah pendataan selesai dilakukan.
“Kalau kerugian, menurut saya, ya satu triliun lebih, mungkin mendekati angka dua triliun,” kata Bupati Mukhlis.
Banjir di Bireuen yang terjadi sejak Rabu malam merusak berbagai fasilitas umum seperti irigasi, jalan, dan jembatan. Selain itu, banjir juga menghancurkan rumah warga dan areal persawahan. Kerusakan terbesar terjadi di sepanjang aliran sungai Krueng Peusangan. Tujuh jembatan rusak, termasuk jembatan rangka baja serta dua jembatan gantung.
Baca juga: Banjir di Bireuen: 8 Orang Meninggal, 3 Kecamatan Terisolir
Akibat kerusakan tersebut, sejumlah akses transportasi utama masih terputus. Jalur penghubung Bireuen ke Lhokseumawe tidak dapat dilalui. Kondisi serupa juga terjadi pada jalur menuju Bener Meriah dan Takengon. Hingga Sabtu malam, akses tersebut masih lumpuh.

Bupati Bireuen H. Mukhlis ST saat mengawal langsung penanganan banjir di sejumlah lokasi. Foto: HO for Komparatif.ID.
Bupati Mukhlis bersama tim telah meninjau hampir seluruh lokasi terdampak banjir. Ia menyebutkan kerusakan sawah menjadi salah satu dampak paling memprihatinkan. Di kawasan Kuala Cerapa, Kecamatan Kutablang dan Kecamatan Jangka, sawah masyarakat tertimbun lumpur. Padahal, padi di kawasan tersebut hanya tinggal dua hari lagi menuju masa panen.
“Ini bukan saja di Kecamatan Kutablang dan Jangka, di kecamatan lain juga hancur,” ujarnya.
Terkait penanganan warga yang masih terisolasi, Mukhlis menyebut kendalanya disebabkan akses menuju lokasi yang rusak serta gangguan jaringan komunikasi. Beberapa wilayah seperti Tanjong Beuridi dan Leubu masih sulit dijangkau, namun Pemkab Bireuen terus berupaya melakukan evakuasi dan penyaluran bantuan.
“Tapi terus kami upayakan,” pungkasnya.













