Air PDAM Belum Mengalir, Warga Kuala Ceurape Bangun Sumur Bor

Air PDAM Belum Mengalir, Warga Kuala Ceurape Bangun Sumur Bor
Lima puluh dua hari pascabanjir pasokan air bersih dari PDAM belum mengalir ke Gampong Kuala Ceurape, Jangka. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Bireuen— Lima puluh dua hari setelah banjir dan longsor melanda Kabupaten Bireuen, pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum belum kembali mengalir ke Gampong Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka. Kondisi ini memaksa sebagian warga mencari solusi mandiri demi memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Salah satunya dilakukan Furqan, warga Gampong Kuala Ceurape yang terdampak langsung bencana. Ia bersama keluarganya sempat mengungsi di posko menasah setempat selama belasan hari. Setelah kondisi mulai memungkinkan untuk kembali ke rumah, Furqan memilih menginisiasi pembangunan sumur bor secara swadaya karena tidak bisa lagi menunggu kepastian aliran air PDAM.

Pembangunan sumur bor tersebut menghabiskan biaya sekitar dua juta rupiah. Biaya itu mencakup ongkos penggalian menggunakan mesin pompa air sedang sebesar satu juta rupiah, pipa ukuran tiga inci sepanjang lima meter seharga 120 ribu rupiah per batang, mesin pompa air senilai 700 ribu rupiah, serta pipa ukuran tiga per empat inci, lem, dan perlengkapan lain yang mencapai 180 ribu rupiah.

Dengan kedalaman kurang dari lima meter, sumber air bersih berhasil ditemukan dan dinilai aman digunakan untuk memenuhi kebutuhan empat anggota keluarganya tanpa batas waktu.

“Alhamdulillah dengan biaya dua juta rupiah sudah tersedia sumur bor air bersih, aman digunakan oleh semua anggota keluarga,” ujar Furqan, Senin (16/1/2025).

Menurut Furqan, opsi membuat sumur cincin justru membutuhkan biaya lebih besar dengan hasil air yang belum tentu layak. Untuk sumur cincin sedalam lebih dari sepuluh meter, diperlukan tujuh unit cincin ukuran 50 sentimeter dengan biaya 700 ribu rupiah, ditambah ongkos pengerjaan sekitar 700 ribu rupiah. Total biaya mencapai 1,4 juta rupiah, namun kondisi airnya masih berminyak.

Baca juga: 75 Unit Perahu Nelayan Kuala Ceurape Jangka Hilang Dibawa Banjir

Ia menjelaskan, air sumur cincin yang sempat terendam banjir memang tampak jernih, tetapi jika disimpan dalam wadah selama satu jam, warnanya berubah menyerupai solar. Setelah tiga jam atau dibiarkan semalaman, air tersebut kembali keruh seperti air lumpur bekas banjir dan menimbulkan bau amis menyerupai amoniak.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, keluarga Furqan selama ini menggunakan jerigen bekas minyak yang dilubangi sebagai kran, kemudian diisi pasir setinggi sekitar 20 sentimeter, dilapisi ijuk pohon aren, dan ditambahkan pasir kembali di bagian atas. Proses penyaringan ini memakan waktu hingga lima jam agar air bisa digunakan tanpa bau.

“Cara kami memenuhi kebutuhan pagi hari, istri saya terpaksa bangun pukul tiga dini hari untuk menghidupkan mesin pompa air karena butuh waktu lima jam supaya bersih. Kami kewalahan karena banyak waktu terbuang sia-sia,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur PDAM Krueng Peusangan, Khairul Mahbub, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler membenarkan jaringan air bersih ke Gampong Kuala Ceurape belum aktif. Hal tersebut disebabkan masih berlangsungnya perbaikan jaringan pipa di kawasan Sungai Kuta Blang.

Khairul menjelaskan, meskipun belum sepenuhnya sempurna, saat ini aliran air PDAM baru kembali normal di beberapa gampong, yakni Jangka Alue Ue, Jangka Mesjid, Jangka Keutapang, Jangka Alue, dan Jangka Alue Bi.

Ia menyebutkan pada akhir 2025 jaringan sempat disambungkan, namun kembali rusak akibat banjir susulan sehingga pekerjaan terpaksa dihentikan sementara.

“Seluruh gampong dalam Kemukiman Bugak belum terkoneksi karena baru minggu pertama Januari 2026 jaringan disambung kembali secara bertahap oleh tim di lapangan,” ujar Khairul.

Ia juga menjelaskan selama jaringan belum aktif dan air belum bisa dimanfaatkan, pelanggan tidak akan dipungut beban biaya. Pembayaran baru diberlakukan setelah meteran aktif dan air sudah mengalir ke rumah pelanggan.

Artikel SebelumnyaMembaca Peta Pendidikan Lewat TKA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here