Komparatif.ID, Bireuen– PT Adhi Karya (Persero) meningkatkan grade badan Jalan Nasional Banda Aceh-Medan di Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, tepatnya di STA 35 kawasan SPBU Karing. Penanganan dilakukan karena lokasi tersebut merupakan daerah lintasan air banjir sehingga membutuhkan penguatan badan jalan.
Selain peninggian grade, badan jalan di titik tersebut juga diperkuat dengan pengaspalan berlapis. Berbeda dengan sejumlah lokasi lain yang mendapat penanganan sesuai kebutuhan, pekerjaan di STA 35 dilakukan dengan empat lapisan untuk menyesuaikan kondisi dan kebutuhan penguatan jalan.
Koordinator Lapangan PT Adhi Karya, Irwansyah, mengatakan pekerjaan dilakukan secara bertahap, dimulai dari penghamparan Base A dengan ketinggian yang disesuaikan kondisi lapangan, kemudian dilanjutkan dengan pengaspalan tiga lapis. Total ketebalan lapisan aspal pada penanganan tersebut mencapai 26 sentimeter.
Menurut Irwansyah, lapisan pertama berupa AC-Base yang dikerjakan sebanyak dua lapis dengan ketebalan keseluruhan 16 sentimeter. Selanjutnya, badan jalan dilapisi AC-BC dengan ketebalan enam sentimeter dan AC-WC setebal empat sentimeter.
Pekerjaan tersebut tidak dilakukan sekaligus. Setelah Base A dihampar, material perlu menunggu hingga mencapai tingkat kepadatan maksimal serta kadar air bawaannya berkurang sebelum masuk ke tahap pengaspalan berikutnya.
“Adhi Karya tidak melaksanakan pembangunan sekaligus, namun dilakukan secara bertahap untuk memperkuat ketahanan jalan, kami harap warga pelintas bersabar,” ujar Irwansyah, Rabu (28/10/2026).
Baca juga: Bupati Bireuen Buka Jalan Legalitas 83 Sumur Minyak Masyarakat
Ia menjelaskan, tahapan pekerjaan tersebut diperlukan untuk memastikan setiap lapisan memiliki kepadatan sesuai kebutuhan sebelum pekerjaan dilanjutkan. Karena itu, kondisi jalan setelah penghamparan Base A tidak langsung dilanjutkan dengan pengaspalan.
Selain STA 35, penanganan badan Jalan Nasional Banda Aceh-Medan di Kecamatan Peudada juga dilakukan pada sejumlah titik lainnya. Terdapat tiga lokasi yang menjadi bagian dari pekerjaan, yakni STA 30+400 sepanjang kurang lebih 500 meter, STA 32+150 sepanjang kurang lebih 600 meter, dan STA 33+900 sepanjang kurang lebih 1,3 kilometer.
Konsultan Pengawas PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) menjelaskan, pekerjaan di STA 35 memiliki karakteristik khusus karena lokasi tersebut berada di daerah lintasan air banjir. Karena itu, penanganannya difokuskan pada peninggian grade sepanjang kurang lebih 300 meter.
“Khusus kegiatan di STA 35 tergolong istimewa karena kegiatannya empat lapis, berbeda dengan lokasi lain hanya satu lapis karena kondisi kebutuhannya berbeda,” ujarnya.
Sementara di wilayah Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, PT Adhi Karya melakukan pengembalian kondisi serta perbaikan badan jalan yang mengalami kerusakan. Salah satu metode yang digunakan adalah patching, yakni membongkar bagian jalan yang rusak menggunakan alat CMM atau mesin kerok aspal.
Setelah bagian jalan yang rusak dibongkar, lubang tersebut diisi kembali menggunakan material dan kemudian dilapisi aspal. Metode tersebut dilakukan untuk mengembalikan kondisi permukaan badan jalan pada titik-titik yang mengalami kerusakan.




