Aceh Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana Hingga 22 Januari

Potret Kehancuran Desa Jongok Aceh Tengah
Wilda (41) warga dusun Ayangan, Desa Jongok, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, berdiri di depan rumahnya yang hancur dihantam bencana banjir–longsor. Foto: Syah Reza.

Komparatif.ID, Banda Aceh— Pemerintah Aceh memperpanjang status tanggap darurat bencana bencana hidrometeorologi Aceh selama 14 hari terhitung sejak 9 Januari hingga 22 Januari 2026.

Keputusan tersebut disampaikan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) dalam rapat perpanjangan ketiga status tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh secara virtual (zoom), di ruang rapat Posko Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor Aceh, di kantor Gubernur Aceh, Kamis (8/1/2026).

Mualem menyampaikan perpanjangan ini dilakukan atas pertimbangan kondisi penanggulangan bencana dan sebaran korban terdampak, serta memperhatikan fakta di lapangan bahwa masih terdapat wilayah yang terisolasi, keterbatasan produksi logistik di kabupaten/kota terdampak, dan perlunya percepatan layanan publik serta administrasi pemerintahan.

“Maka, saya selaku Gubernur Aceh menetapkan Perpanjangan Ketiga Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh selama 14 (empat belas) hari, terhitung mulai 9 hingga 22 Januari 2026,” kata Mualem.

Baca juga: Banjir Kembali Rendam Jeunieb, Berangsur Surut Saat Malam

Mualem menjelaskan, perpanjangan untuk memastikan pembersihan lingkungan, distribusi bantuan logistik, layanan kesehatan, serta perbaikan akses masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat, merata, dan terkoordinasi, termasuk menjangkau gampong-gampong terdampak yang sulit diakses.

“Saya juga menginstruksikan agar pemulihan jalan dan jembatan di wilayah terdampak segera dilaksanakan sehingga konektivitas masyarakat dapat kembali normal,” tuturnya.

Selain itu, Mualem juga meminta kepada seluruh Bupati dan Wali Kota, saya minta agar penyusunan dokumen R3P diselesaikan paling lambat pada minggu ketiga Januari 2026 sebagai dasar pelaksanaan pemulihan dan pembangunan kembali Aceh secara lebih baik dan berketahanan.

“Kepada seluruh masyarakat Aceh yang terdampak, kami menyampaikan empati dan dukungan penuh. Pemerintah akan terus hadir, bekerja, dan memastikan proses pemulihan berjalan sebaik-baiknya. Atas kerja sama seluruh pihak, saya mengucapkan terima kasih,” pungkas Mualem.

Artikel SebelumnyaAPBN 2026: Transfer ke Daerah Turun 19,8 Persen, Belanja Pusat Naik
Artikel SelanjutnyaMassa ASA Desak Pemerintah Aceh Tindak Tambang Ilegal Penyebab Banjir
Zikril Hakim
Reporter magang untuk Komparatif.ID. Meliput isu-isu sosial, dan olahraga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here