Komparatif.ID, Kutacane– Bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Aceh Tenggara, Rabu (28/10/2026). Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi memicu luapan sungai dan merendam permukiman warga.
Selain banjir, cuaca ekstrem di Gayo Lues juga mengakibatkan angin puting beliung yang merusak sejumlah bangunan.Di Kabupaten Gayo Lues, banjir dilaporkan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, terutama di Kecamatan Dabun Gelang dan Kecamatan Blangkejeren.
Badan Penanggulan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan dua desa yang terdampak genangan, yakni Desa Badak dan Desa Agusen. Berdasarkan data sementara, sebanyak 339 kepala keluarga (KK) terdampak di kedua desa tersebut.
Di Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, tanggul sungai dilaporkan jebol atau mengalami kerusakan parah sehingga air meluap ke permukiman warga. Ketinggian air di sejumlah titik mencapai sekitar lutut orang dewasa. Sementara di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, banjir juga menggenangi permukiman dengan jumlah warga terdampak yang masih dalam pendataan.
Cuaca ekstrem di Gayo Lues juga memicu angin puting beliung di Desa Sangir dan Desa Pangur, Kecamatan Dabun Gelang. Di Desa Pangur, dua rumah mengalami kerusakan pada bagian atap. Angin kencang turut merusak bagian atap Rumah Sakit Umum (RSU) Muhammad Ali Kasim.
Sementara itu, banjir di Kabupaten Aceh Tenggara mulai terjadi sekitar pukul 09.15 WIB. Bencana tersebut dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berlangsung cukup lama sejak Senin malam hingga Rabu dini hari.
Kondisi itu menyebabkan debit air sejumlah sungai meningkat, di antaranya Sungai Lawe Alas, Sungai Lawe Kinga, Sungai Lawe Bulan, dan Sungai Lawe Kisam.
Baca juga: Belum Beroperasi, Kopdes Merah Putih di Rantauprapat Malah Kebanjiran
Banjir berdampak pada desa-desa di lima kecamatan, yakni Bambel, Lawe Bulan, Deleng Pokhkison, Badar, dan Lawe Sumur. Sejumlah wilayah terdampak meliputi Gampong Kuning I, Pinding, Pancar Iman, Bambel Gabungan, Terutung Seperai, Likat, Rikit, Lawe Sagu Hulu, Kandang Mbelang Mandiri, Bunga Melur, Kumbang Jaya, serta Dusun Nasi di Desa Terutung Megara Lawe Pasaran.
Di Desa Kuning I, penyumbatan aliran sungai di bawah jembatan menyebabkan air meluap ke jalan nasional dan menggenangi permukiman.
Kerusakan tanggul terjadi di sejumlah lokasi. Tanggul Sungai Lawe Kinga di Desa Kuta Lesung dilaporkan jebol sehingga aliran sungai mengarah ke permukiman Desa Pinding dan merusak lahan pertanian warga.
Sementara tanggul Sungai Lawe Kisam mengalami kerusakan akibat abrasi dan jebol di wilayah Desa Bambel Gabungan serta Dusun Nasi, Desa Terutung Megara Lawe Pasaran.
Di Desa Bunga Melur, Kecamatan Deleng Pokhkison, tanggul Sungai Lawe Kisam juga jebol. Akibatnya, aliran air mengarah ke permukiman Desa Lawe Sagu Hulu dan Kandang Mbelang Mandiri.
Selain merendam permukiman dan merusak lahan pertanian, banjir juga berdampak pada infrastruktur. Jembatan gantung penghubung Kumbang Jaya–Gulo yang dikenal sebagai Jembatan Perintis Garuda dilaporkan amblas setelah tergerus arus Sungai Lawe Alas.
Di Desa Kuta Lesung, alat berat Satgas PRR dikerahkan untuk menutup tanggul yang jebol sekaligus menormalisasi aliran sungai.




