Komparatif.ID, Bireuen– KIA Bireuen menyalurkan bantuan kepada dua warga yang sedang menghadapi membutuhkan di Gampong Meunasah Rabo, Kecamatan Peudada, Bireuen, Sabtu (24/10/2026). Bantuan diberikan untuk membantu meringankan kebutuhan pengobatan dan kebutuhan sehari-hari keluarga tersebut.
Ketua Komunitas Inoeng Aceh (KIA) Kabupaten Bireuen, Apt. Intan Sari, S.Farm., M.K.M., mengatakan bantuan yang disalurkan memang tidak seberapa jika dibandingkan dengan kebutuhan penerima. Namun, ia berharap bantuan tersebut dapat sedikit mengurangi beban yang harus ditanggung keluarga, terutama untuk biaya perjalanan berobat dan kebutuhan sembako di rumah.
“Nek Ramlah kami bantu uang Rp1 juta dari donasi, dan anaknya Jauhari juga dengan jumlah sama dari biaya zakat hamba Allah, serta popok dewasa empat bungkus untuk Musaddi,” jelas Intan.
Penerima bantuan pertama, Ramlah (72), merupakan lansia yang berstatus cerai mati. Warga Gampong Meunasah Rabo tersebut saat ini dalam kondisi sakit dan terbaring di rumah anaknya, Jauhari.
Suami Ramlah, Abdurrahman (80), sebelumnya mengalami penyakit paru-paru dan sakit jantung. Ia meninggal dunia pada 17 Oktober 2026. Setelah suaminya berpulang, Ramlah yang sudah tidak mampu bekerja lagi bergantung kepada anak-anaknya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Sementara penerima lainnya adalah Jauhari (44), anak Ramlah yang juga sedang sakit. Ketika dikunjungi Juliani, anggota KIA Bireuen, ibu dan anak tersebut terlihat terbaring berdampingan di rumah.
Jauhari merupakan perempuan paruh baya yang berstatus janda cerai hidup. Selama lebih dari 14 tahun, ia menjalani peran sebagai orang tua tunggal sekaligus kepala keluarga bagi dua anaknya. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ia bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak tetap.
Anak sulungnya, Mulyadi Saputra (22), bekerja serabutan tanpa penghasilan tetap. Sementara anak bungsunya, Musaddi (18), merupakan penyandang disabilitas fisik dan saat ini juga sedang sakit.
Baca juga: 196 Santri di Bireuen Terima Beasiswa Hafiz Al-Qur’an dari Pemkab
Kondisi Musaddi membuat aktivitas sehari-harinya masih sangat bergantung pada bantuan sang ibu. Ia tidak hanya membutuhkan pendampingan dalam berkomunikasi, tetapi juga dalam memenuhi kebutuhan dasar, termasuk saat buang hajat.
Meski telah berusia 18 tahun, kondisi Musaddi membuat sejumlah aktivitasnya masih seperti anak kecil. Ia juga masih menggunakan popok karena mengalami kesulitan menyampaikan kebutuhan dan keluhannya kepada orang lain.
Bantuan yang diberikan KIA Bireuen diharapkan dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan keluarga tersebut. Selain bantuan berupa uang tunai, KIA juga menyerahkan empat bungkus popok dewasa untuk Musaddi.
Intan mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil kepedulian para donatur yang menitipkan bantuan melalui KIA Bireuen. Menurutnya, nilai bantuan bukan menjadi satu-satunya hal penting, tetapi kepedulian terhadap warga yang membutuhkan juga menjadi bagian dari tujuan kegiatan tersebut.
Ramlah menyampaikan terima kasih kepada para donatur, pengurus, dan anggota KIA Bireuen yang telah memberikan bantuan kepada keluarganya di tengah kondisi yang sedang mereka hadapi.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada bapak-ibu donatur, serta pengurus dan anggota KIA Bireuen, semoga pahala kebaikan mereka semua sampai kepada kedua orang tuanya,” ujar Ramlah dengan nada bergetar sambil menangis.




