Komparatif.ID, Bireuen– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bireuen mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Bireuen.
Warga diminta menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara berasap atau berdebu.
Imbauan tersebut tertuang dalam surat Dinkes Bireuen Nomor 400.7.7.1/5014/2026 tertanggal 15 Oktober 2026. Surat itu ditandatangani Kepala Dinkes Bireuen, dr. Irwan A Gani, dan ditujukan kepada jajaran pemerintah serta fasilitas pelayanan kesehatan hingga masyarakat.
Dalam surat tersebut, Dinkes meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan dampak kesehatan akibat menurunnya kualitas udara karena kabut asap. Masyarakat juga diminta mengambil langkah pencegahan untuk mengurangi paparan asap, khususnya ketika kondisi udara memburuk.
Salah satunya adalah penggunaan masker saat berada di luar ruangan. Masker digunakan terutama ketika udara dalam kondisi berasap atau berdebu. Masyarakat juga diminta menggunakan masker dengan cara yang sesuai dan benar agar perlindungan terhadap paparan udara yang tidak sehat dapat lebih optimal.
Baca juga: Disdik Aceh Imbau Sekolah Beralih ke PJJ Jika Kabut Asap Dinilai Berbahaya
Selain menggunakan masker, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara semakin memburuk. Warga yang tidak memiliki keperluan mendesak di luar rumah diimbau mempertimbangkan untuk membatasi aktivitas hingga kondisi udara membaik.
Dinkes juga meminta masyarakat menjaga kualitas udara di dalam rumah. Pintu dan jendela disarankan ditutup ketika kondisi udara di luar dipenuhi asap.
Dinkes meminta masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan untuk tidak mengabaikannya. Warga yang mengalami sesak napas, batuk yang semakin berat, nyeri dada, atau keluhan lainnya diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Selain imbauan kepada masyarakat, Dinkes Bireuen juga meminta kepala puskesmas dan petugas kesehatan meningkatkan edukasi kepada warga terkait dampak kabut asap dan langkah pencegahannya.
Petugas kesehatan juga diminta memantau kemungkinan adanya peningkatan kasus gangguan kesehatan yang berkaitan dengan kondisi kabut asap. Pemantauan tersebut diperlukan untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah masing-masing.




