BREAKING
Daerah

Hadiri Pelantikan Pengurus IDI, Bupati Bireuen: Pembangunan Kesehatan Butuh Kolaborasi

Hadiri Pelantikan Pengurus IDI, Bupati Bireuen: Pembangunan Kesehatan Butuh Kolaborasi
Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Bireuen— Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., menegaskan pembangunan kesehatan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi kuat antara organisasi profesi, rumah sakit, puskesmas, dunia pendidikan, sektor swasta, dan masyarakat.

Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, profesional, dan berkeadilan.

Hal tersebut disampaikan Mukhlis saat menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bireuen periode 2026-2029 di Ballroom Hotel Fajar Bireuen, Jumat (10/10/2026).

Dalam kesempatan itu, ia berharap kepengurusan baru IDI dapat memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Bupati Mukhlis juga mengajak seluruh jajaran IDI Bireuen memperkuat koordinasi dan menghilangkan ego sektoral, termasuk sekat antara birokrasi dan keahlian profesional medis.

Menurutnya, kesehatan merupakan fondasi utama pembangunan daerah agar masyarakat dapat belajar, bekerja, dan berkontribusi secara optimal.

Menurut Mukhlis, upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat membutuhkan kerja sama yang berkesinambungan. Pemerintah daerah, tenaga medis, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat perlu membangun koordinasi agar pelayanan yang diberikan dapat menjawab kebutuhan warga.

Baca juga: Bupati Mukhlis Buka Festival Toet Budee Trieng HUT ke-27 Bireuen

Ia menekankan bahwa organisasi profesi seperti IDI memiliki peran strategis karena dokter merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Oleh sebab itu, komunikasi dan kerja sama antara pemerintah daerah dan tenaga medis perlu terus diperkuat.

Sejumlah undangan yang hadir di antaranya Ketua IDI Wilayah Aceh, Dr. dr. Muntadar, Sp.B-ET, Subsp.Ped(K); Ketua PPDPI Aceh, Dr. Mulkan, Sp.P; Sekretaris PDI Bedah, Dr. Andria, Sp.J; serta perwakilan IDI Aceh Selatan, Dr. Miga. Turut hadir perwakilan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Bireuen, IDI Muda, para direktur rumah sakit swasta, dan sejumlah mitra, termasuk Bank Syariah Indonesia (BSI).

Dukungan dari sektor pelayanan kesehatan swasta juga terlihat melalui kehadiran perwakilan Jeumpa Hospital, Avicena, Telaga Bunda, dan Malahayati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *