Komparatif.ID, Bireuen— Pemerintah Kabupaten Bireuen terus mendorong peningkatan RSUD dr. Fauziah. Sejumlah fasilitas dan layanan kesehatan dikembangkan untuk mendukung pelayanan rumah sakit yang menjadi salah satu pusat rujukan regional di Aceh.
Pengembangan tersebut mencakup penambahan lahan, rehabilitasi ruang rawat inap, pengadaan peralatan kesehatan hingga pengembangan layanan spesialistik. Sejumlah layanan yang dikembangkan juga telah aktif melayani pasien, termasuk layanan ICVCU (Intensive Cardiovascular Care Unit), endoscopy dan kateterisasi jantung.
Juru Bicara Pemkab Bireuen, Muhajir Juli, mengatakan berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah bersama manajemen RSUD dr. Fauziah untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bireuen maupun pasien rujukan dari daerah sekitar.
RSUD dr. Fauziah melayani rujukan dari Kabupaten Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Utara. Rumah sakit tersebut menyediakan layanan dokter spesialis serta sejumlah layanan subspesialistik dan unggulan.
Menurut Muhajir, RSUD dr. Fauziah saat ini menyelenggarakan tujuh divisi subspesialistik, yakni bedah digestif, bedah vaskuler, bedah onkologi, cardio intervensi, konsultan kardiovaskuler, konsultan cardiointensiv, dan konsultan emergency, termasuk perawatan intensif anak.
Selain itu, rumah sakit juga memiliki layanan spesialistik mata-retina, bedah saraf, ortopedi, cath lab, MRI, CT Scan, endoscopy serta berbagai layanan penunjang diagnostik lainnya.
Dari sisi pelayanan dasar, RSUD dr. Fauziah melaksanakan pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD), rawat inap, perawatan intensif seperti ICU, ICCU dan NICU, kamar bedah serta poliklinik bagi pasien rawat jalan.
“Dalam konteks sosial dan pembangunan daerah, BLUD RSUD dr. Fauziah memiliki fungsi melaksanakan jaring pengaman sosial kesehatan. Memberikan pelayanan kesehatan yang inklusif bagi peserta BPJS Kesehatan, Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), maupun masyarakat kurang mampu,” ungkap Muhajir Juli, Kamis (1/10/2026).
Baca juga: Macet 23 Tahun, Penyerahan Aset TNI ke RS Fauziah Bireuen Tuntas!
RSUD dr. Fauziah juga menjadi tempat praktik, magang dan pelatihan bagi mahasiswa kedokteran, keperawatan, kebidanan serta tenaga kesehatan dari berbagai institusi pendidikan di Aceh. Di sisi lain, rumah sakit juga berperan dalam promosi kesehatan, pencegahan penyakit dan program screening kesehatan bagi masyarakat Bireuen.
Muhajir menyebut, salah satu langkah yang dilakukan pada masa kepemimpinan Mukhlis-Razuardi adalah pembebasan lahan baru untuk RSUD dr. Fauziah seluas 19.000 meter persegi melalui mekanisme ruislag atau tukar guling dengan TNI.
Proses ruislag bekas asrama TNI AD yang berada di belakang RSUD dr. Fauziah tersebut, kata dia, sebelumnya telah mandek selama 24 tahun. Proses itu kemudian berjalan setelah mendapat dukungan Dandim 0111/Bireuen dan Danrem Lilawangsa.
Setelah lahan diperoleh, pembangunan pagar dan penimbunan lahan bekas tanah hasil ruislag kini sedang dilaksanakan.
Pengembangan juga dilakukan melalui rehabilitasi ruang rawat inap pada 2025. Pekerjaan tersebut telah selesai dan ruangan sudah digunakan untuk melayani pasien.
Selain pembangunan fisik, Pemkab Bireuen juga melakukan pengembangan layanan melalui pengadaan peralatan kesehatan. Salah satunya pengembangan layanan ICVCU dengan pengadaan alat kesehatan senilai Rp1,87 miliar yang bersumber dari dana Otsus 2025. Layanan tersebut kini telah aktif melayani pasien.
Pengembangan layanan bedah digestif juga dilakukan melalui pengadaan alat kedokteran endoscopy senilai Rp4,4 miliar yang bersumber dari dana Otsus 2025. Layanan itu telah digunakan untuk pasien. Pada Januari hingga Agustus 2026, tercatat 106 pasien telah mendapatkan layanan endoscopy.
Selanjutnya, layanan kateterisasi jantung dikembangkan melalui hibah Kementerian Kesehatan dalam Proyek SIHREN 2026 dan saat ini sudah melayani pasien.
Pemkab Bireuen juga mendorong peningkatan status RSUD dr. Fauziah dari rumah sakit pendidikan satelit menjadi rumah sakit pendidikan utama Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim. Proses tersebut saat ini masih dalam tahap penilaian oleh Kementerian Kesehatan.
Muhajir mengatakan, pengembangan RSUD dr. Fauziah akan terus dilakukan bersama manajemen rumah sakit untuk mewujudkan fasilitas kesehatan dengan fasilitas yang lengkap dan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat.
Pada 12 Oktober 2026, Kabupaten Bireuen akan memperingati HUT ke-27. Pada momentum tersebut, masa kepemimpinan Mukhlis-Razuardi telah mencapai satu tahun tujuh bulan 24 hari.
“Bupati dan Wakil Bupati Bireuen, didukung oleh manajemen Rumah Sakit Umum Daerah dr. Fauziah, akan terus memberikan dukungan terbaik demi mewujudkan RSUD Fauziah yang kita banggakan, menjadi rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap, layanan prima, dan menjadi mata air bagi harapan pasien dan keluarganya,” imbuh Muhajir.
