
Komparatif.ID, Banda Aceh— Bank Aceh (BAS) menyalurkan bantuan melalui program Bank Aceh Peduli sebesar Rp642.314.000 untuk mendukung penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh.
Bantuan tersebut merupakan hasil donasi masyarakat, baik yang berada di Aceh maupun dari luar daerah.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama BAS, Fadhil Ilyas, kepada Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Nasir, di sela-sela Rapat Koordinasi Penyusunan Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Provinsi Aceh yang digelar di Kantor Gubernur Aceh, Jumat (2/1/2026).
Direktur Utama BAS melalui Sekretariat Perusahaan Ilham Novrizal, menyampaikan bantuan tersebut merupakan wujud sinergi antara BAS dan Pemerintah Aceh dalam mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana.
Menurutnya, melalui program Bank Aceh Peduli, pihak bank milik rakyat Aceh itu berupaya hadir secara langsung untuk membantu masyarakat yang membutuhkan penanganan segera.
Baca juga: BAS Siapkan Relaksasi Pembiayaan bagi Nasabah Terdampak Bencana
”Melalui program Bank Aceh Peduli, kami ingin memastikan bahwa Bank Aceh hadir langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini difokuskan untuk mendukung penanganan bencana hidrometeorologi yang memerlukan perhatian cepat dan tepat sasaran,” ujar Ilham, Senin (5/1/12026).
Ilham menjelaskan fokus bantuan diarahkan untuk mendukung penanganan bencana hidrometeorologi yang membutuhkan respons cepat dan tepat sasaran.
Dana tersebut diharapkan dapat mendukung langkah-langkah darurat sekaligus memperkuat rencana rehabilitasi dan rekonstruksi yang tengah disusun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Pemerintah Aceh.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir menekankan pentingnya fleksibilitas dalam penyaluran dana kepedulian tersebut. Ia menyampaikan dana tersebut dapat disalurkan langsung oleh BAS kepada masyarakat terdampak, dengan tetap berkoordinasi bersama Pemerintah Aceh, agar proses penanganan di lapangan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
”Keterlibatan Bank Aceh sangat krusial, terutama dalam memastikan bantuan sampai kepada mereka yang paling membutuhkan secara cepat,” ujar Nasir.











