
Komparatif.ID, Takengon— Syah Reza, seorang fotographer di Banda Aceh yang juga seorang intelektual berbasis dayah, mengangkut 2 ton bantuan pangan untuk warga Kampung Kala Lengkio, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah.
Bantuan pangan yang dibawa Syah Reza berupa beras, telur, mi instan, dan minyak goreng. Bantuan pangan darurat tersebut diserahkan kepada 228 kepala keluarga yang menjadi korban banjir bandang dan tanah longsor di Kala Lengkio. Penyerahan tersebut berlangsung pada Senin, 29 Desember 2025.
Syah Reza menceritakan ide mengumpulkan donasi berawal dari kabar bahwa di Tanoh Gayo, banyak sekali korban bencana yang tidak mendapatkan logistic pangan. Mereka yang terisolasi di berbagai kecamatan dan kampung, seringkali terlupakan.
Dorongan tersebut bertambah kuat, berbekal pengalaman dirinya yang sangat sulit mendapatkan akses mengirimkan bantuan untuk keluarganya di Aceh Tengah. Berbagai cara ia tempuh supaya bisa mengirimkan bantuan pangan, tapi selalu saja gagal.
“10 hari saya habiskan waktu mencari cara. Tapi saya tidak menemukan cara selain mengantarkan sendiri ke sana. Saya bertambah gundah ketika mendapatkan kabar masih banyak korban yang harus menahan lapar karena pembagian logistik tidak merata dilakukan oleh pemerintah di sana,” kata Syah Reza.
Ia pun berinisiatif membuka donasi. Berkat kepedulian dari para donatur—termasuk warga terdampak ikut menyumbang—Syah Reza berhasil mengumpulkan anggaran Rp30.210.000. seluruhnya dipergunakan untuk belanja dan pengakutan donasi ke titik tujuan.

Setelah Syah Reza berbelanja, dia pun memberi kabar ke Kala Lengkio bahwa terdapat 2 ton bantuan pangan yang akan dibawa ke sana, dari Banda Aceh.
Arselan (38) Kepala Kampung Kala Lengkio yang mendapatkan kabar tersebut, sangat bahagia. Dia mengutus 17 orang laki-laki menuju ke Bireuen, menjemput donasi yang dibawa dari Banda Aceh.
Baca juga: Muhammadiyah Salurkan 1 Ton Beras Bantuan UEA ke Aceh Tengah
Demi menghindari kemacetan di jalan yang umumnya masih sangat darurat, 17 warga Kala Lengkio menembus medan berat pada dinihari. Mereka membawa satu truk, supaya bantuan dapat diangkut dalam sekali perjalanan.
Hujan deras, air genangan, dan rasa khawatir akan terjadinya longsoran, tidak menjadi kendala. Mereka sangat bahagia menjemput logistik pangan yang ditujukan kepada Kala Lengkio.
Bantuan yang berisi beras, dan sembako tersebut berasal dari hasil program penggalangan dana “Dari Rakyat untuk Rakyat” untuk bencana banjir-longsor yang ditujukan untuk masyarakat Kala Lengkio.

“Saya kirim 13 pemuda dan 3 perangkat desa. Kami harus secepatnya menjemput bantuan itu, karena itu bantuan perdana yang diberikan kepada kami dalam jumlah yang cukup untuk seluruh warga,” kata Arselan.
Sarfian (40) salah seorang perangkat desa yang ikut menjemput logistik menuturkan, “Cukup bahagia demi jemput bantuan, biarpun jalan dalam keadaan rusak, tetap semangat. Cuma pas lihat jalan-jalan rusak parah, jantung berdebar lihat bekas longsornya,” ungkapnya.
Setiba di Bireuen jam 4.00 pagi, mereka beristirahat di masjid Agung Bireuen. Lalu Jam 7.00 mereka bergerak menjemput logistik yang sudah terpusat di satu titik, dan tak lama setelah itu langsung kembali ke Takengon.
Pada senin siang, (29/12/2025), setelah serah terima kepada kepala desa Kala Lengkio, bantuan tersebut langsung dibagikan kepada seluruh masyarakat setempat secara merata.
Di hadapan perangkat desa, Syah Reza selaku penanggung jawab program Bantuan Kemanusiaan tersebut mengatakan bahwa, “Bantuan ini bukan milik saya, saya hanya tukang antar saja, tak lebih.
Beras dan sembako ini murni dari penggalangan dana masyarakat luas, yang berasal dari sumbangan 53 orang dan 4 lembaga dalam negeri dan luar negeri. Ada yang memberikan 10 ribu sampai 5 juta. Bahkan beberapa di antara penyumbang berstatus terdampak bencana.”
Mengomentari bantuan tersebut, Amni (41) salah seorang warga Kampung. Kala Lengkio mengatakan, “Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur dengan adanya bantuan ini. Dimana saat ini barang seperti beras mahal, kita ngak sanggup beli, kadang tidak terjaugkau lagi harganya,” ujarnya.
Di akhir penyaluran donasi, Kepala Desa Kala Lengkio mengucapkan terima kasih kepada seluruh donasi yang telah diberikan kepada desa ini, dengan harapan semoga sumbangan ini menjadi amalan terbaik bagi semua yang terlibat.











