Komparatif.ID, Redelong— Rentetan gempa Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah yang terjadi sejak Selasa malam hingga Rabu pagi, (30-31/12/2025), mulai menunjukkan penurunan intensitas.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyebutkan tercatat sebanyak 16 kali gempa bumi dalam rentang waktu tersebut.
Namun, berdasarkan pemantauan terkini, aktivitas gempa yang dirasakan masyarakat mulai mereda sejak pagi hingga siang hari.
Hal tersebut disampaikan Suharyanto usai mengunjungi pengungsi gempa bumi di kawasan Unsyiah, Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (31/12/2025).
Ia mengatakan berdasarkan data dan analisis para ahli dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, kondisi gempa Aceh Tengah dan sekitarnya saat ini relatif lebih reda dibandingkan beberapa jam sebelumnya.
Waspada Potensi Bencana Susulan Akibat Gempa Aceh Tengah-Bener Meriah
Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan pemantauan intensif terus dilakukan bersama BMKG.
Baca juga: Bur Ni Telong Siaga, Pemkab Bener Meriah Siapkan 5 Titik Kumpul Evakuasi
Berdasarkan data BMKG, gempa terbesar yang dirasakan masyarakat memiliki magnitudo 4,6 dengan kedalaman sangat dangkal, yakni sekitar 7 kilometer.
Ia menyebutkan, dalam kurun waktu tiga hari sejak 29 Desember hingga 31 Desember 2025 pukul 01.16 WIB, tercatat sebanyak 16 kali gempa tektonik yang terjadi di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Baca juga: Bener Meriah Diguncang 4 Kali Gempa dalam Satu Malam
Abdul Muhari menambahkan, wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah memiliki catatan sejarah kegempaan yang cukup signifikan dan kerap menimbulkan kerusakan. Karena itu, rangkaian gempa kali ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah serta lembaga terkait.
Gempa dengan magnitudo 4,6 dan kedalaman 7 kilometer dinilai sangat terasa oleh masyarakat dan menjadi dasar bagi BNPB untuk meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah.
“Karena sempat ada gempa cukup signifikan M 4,6 dengan kedalaman 7 km, jadi kalau M 4,6 kedalaman 7 km itu pasti sangat signifikan, cukup berasa. Ini juga jadi perhatian kita dan kita sudah sampaikan ke Pemda,” jelasnya.
Selain dampak langsung dari guncangan, BNPB juga mengingatkan potensi bencana susulan. Guncangan gempa berpotensi memicu retakan tanah baru, terutama di wilayah yang beberapa bulan sebelumnya mengalami longsor.
Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan risiko apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi. BNPB menyatakan komitmennya untuk melakukan pengecekan langsung ke wilayah terdampak guna memastikan kesiapsiagaan dan mitigasi risiko, agar potensi bencana susulan dapat diantisipasi demi keselamatan warga di Aceh Tengah dan Bener Meriah.












