
Komparatif.ID, Bireuen—Dari 385 korban banjir di Kecamatan Juli, yang rumahnya hilang atau rusak parah, 280 KK sudah menyerahkan SHM kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen.
Camat Kecamatan Juli Hendri Maulana, Kamis, 8 Januari 2026, mengatakan saat ini 230 KK di kecamatan tersebut yang menjadi korban banjir dan tanah longsor, yang rumahnya hilang atau rusak parah/tidak bisa lagi dihuni, telah menyerahkan fotocopy surat hak milik (SHM) tanah.
“Jumlahnya terus bertambah. Sampai hari ini sudah 230 KK yang menyerahkan dokumen tanahnya, sebagai dasar pembangunan huntap. Antusias para korban sangat tinggi. Mereka sangat mendukung supaya langsung dibangun huntap” terang Camat Juli, Hendri Maulana.
Baca: Pembangunan Huntap di Bireuen Dimulai, BNPB Target 1000 Rumah Tahap Pertama
Saat ini, sesuai data yang telah masuk berdasarkan laporan tertulis dari para kepala desa, di Kecamatan Juli, terdapat 385 rumah warga yang hilang atau rusak parah.
Setelah sepakat dengan pilihan langsung didirikan huntap, para korban bergegas mencari tanah tempat didirikannya rumah baru yang diberikan oleh Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Sementara itu, saat ini vendor yang melaksanakan pembangunan huntap di Gampong Balee Panah, sudah mulai bekerja. Terdapat tiga KK yang dibangun rumahnya setelah dilakukan peletakan batu pertama di Balee Panah. Mereka yaitu M. Saiful, Anwar Sadak, dan Zainal Abidin.
“Alhamdulillah, tahapan pembangunan sudah dimulai. Barang material pembangunan mulai dikirim. Di Balee Panah, setelah proses peletakan batu pertama, dari awalnya satu KK, kemudian bertambah tiga KK yang dibangun rumahnya,” terang Hendri.
Sesuai dengan pernyataan Tenaga Ahli BNPB Brigjen TNI (Purn) Yannamora, Rabu, 7 Januari 2026, dari total 3.626 unit rumah yang harus dibangun di Bireuen, pada tahap pertama akan dibangun 1.000 unit.











