Terkendala Sumber Air, Karhutla di Aceh Selatan Terus Meluas

Terkendala Sumber Air, Karhutla di Aceh Selatan Terus Meluas
BPBA melaporkan kebakaran hutan di Aceh Selatan terus meluas hingga mencapai 65 hekare. Foto: Dok. BPBA.

Komparatif.ID, Banda Aceh— Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, terus meluas hingga mencapai 65 hektare pada hari keenam. Kebakaran ini diketahui sudah berlangsung sejak 19 Agustus 2025 dan hingga kini api belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Kepala Pelaksana BPBA, T Nara Setia, dalam laporannya di Banda Aceh pada Senin (25/8/2025) menyebutkan perkembangan luas area karhutla di Aceh Selatan terus meningkat setiap harinya.

“Berdasarkan update dari lapangan, hingga hari keenam ini lahan yang terbakar di Aceh Selatan lebih kurang sudah mencapai 65 hektare,” kata Nara Setia mengutip ANTARA.

Pada hari pertama kebakaran, Selasa (19/8/2025), tercatat seluas 15 hektare lahan terbakar. Angka ini kemudian bertambah menjadi 26 hektare pada hari kedua, dan meluas menjadi 42 hektare pada hari ketiga.

Situasi semakin memburuk ketika pada hari keempat, Jumat (22/8/2025), kebakaran menjalar hingga 57 hektare. Sehari kemudian, luas area yang terbakar meningkat lagi menjadi 60 hektare, dan hingga laporan terakhir pada hari keenam tercatat mencapai 65 hektare.

Menurut Nara Setia, kebakaran tersebut telah merambah ke tiga desa di Kecamatan Bakongan, yakni Gampong Ujong Mangki, Padang Beurahan, dan Ujung Padang. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran hutan masih dalam penyelidikan.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Landa Aceh, Masyarakat Diminta Waspadai Karhutla

Meski demikian, pihaknya memastikan bahwa tidak ada korban terdampak, baik pengungsi maupun korban jiwa, dari bencana tersebut.

Proses pemadaman api di lokasi mengalami sejumlah kendala. Petugas di lapangan kesulitan mendapatkan sumber air yang memadai. Selain itu, kondisi cuaca yang panas dan tiupan angin kencang turut mempercepat penyebaran api.

BPBD Aceh Selatan bersama tim satgas gabungan terus melakukan berbagai upaya, termasuk pemetaan kebakaran hutan menggunakan drone untuk memudahkan penanganan.

Kondisi terkini menunjukkan gumpalan asap masih tebal di lokasi kebakaran hutan. Titik api juga terus bertambah, membuat pemadaman semakin sulit dilakukan.

Dari laporan terbaru, sekitar 55 persen area yang terbakar sudah berhasil dipadamkan. Namun, berdasarkan pantauan fireguard hotspot, jumlah titik api meningkat menjadi 36 titik, terdiri atas 26 titik dengan kategori tinggi dan 10 titik kategori rendah.

Nara Setia menegaskan pihaknya bersama seluruh satgas gabungan tidak akan berhenti berupaya memadamkan api meski menghadapi berbagai kendala di lapangan. Ia juga mengingatkan bahwa potensi meluasnya kebakaran masih tinggi mengingat kondisi cuaca panas dan minimnya sumber air di kawasan yang terbakar.

Hingga kini, pemantauan dan pemadaman masih terus dilakukan untuk mencegah kebakaran menjalar lebih luas ke kawasan lain.

Artikel SebelumnyaIsmail Rasyid: HUT Ke-75 TIM jadi Ajang Diplomasi Kuliner & Budaya Aceh
Artikel SelanjutnyaDirektur RSUDZA dan Kepala Dinas Kesehatan Aceh Mengundurkan Diri

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here