Komparatif.ID, Kuala Simpang— SMAN 3 Manyak Payed Aceh Tamiang rampungkan rehabilitasi mobiler sekolah yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat banjir gunakan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun 2026.
Rehabilitasi tersebut dilakukan setelah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyetujui usulan Pemerintah Aceh terkait fleksibilitas penggunaan Dana BOSP 2026 bagi satuan pendidikan terdampak bencana hidrometeorologi.
Persetujuan ini memungkinkan sekolah menggunakan dana untuk pemeliharaan sarana prasarana melebihi batas normal dengan mekanisme khusus.
Plt Kadisdik Aceh, Murthalamuddin, mengatakan rehabilitasi mobiler di SMAN 3 Manyak Payed telah rampung seluruhnya. Rehabilitasi mencakup meja dan kursi siswa yang sebelumnya rusak akibat banjir. Pernyataan tersebut disampaikan Murthalamuddin pada Sabtu, 17 Januari 2026.
“Untuk SMA Negeri 3 Manyak Payed, rehabilitasi mobiler sudah selesai seluruhnya. Sebanyak 90 set meja dan kursi siswa kini kembali layak digunakan,” ujar Murthalamuddin, Sabtu (17/1/2026).
Ia menjelaskan, pekerjaan rehabilitasi dilakukan melalui skema perbaikan dan perakitan ulang. Proses tersebut meliputi penggantian bagian meja dan kursi yang rusak, pembongkaran, pencucian, serta instalasi kembali agar dapat digunakan secara optimal dalam kegiatan belajar mengajar.
Berdasarkan rencana anggaran biaya, satu paket rehabilitasi meja dan kursi diselesaikan dengan pendekatan efisiensi material plywood. Pendekatan ini dilakukan agar anggaran tetap terkendali dan sesuai dengan ketentuan teknis Dana BOSP.
Baca juga: Bupati Bireuen Groundbreaking Sekolah Rakyat Aceh 1
Murthalamuddin menambahkan, hingga saat ini sudah lebih dari 3.000 set meja dan kursi direhabilitasi di Aceh Tamiang.
Pendanaan rehabilitasi tersebut bersumber dari Dana BOSP Reguler Tahun 2026 sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 8 Tahun 2025, dengan mekanisme khusus bagi sekolah terdampak bencana.
Kemendikdasmen sebelumnya menegaskan satuan pendidikan terdampak diperbolehkan menggunakan Dana BOSP untuk pemeliharaan sarana prasarana melebihi batas normal, dengan syarat melampirkan laporan kerusakan serta hasil pemeriksaan Aparat Pengawas Internal Pemerintah daerah.
Murthalamuddin mendorong sekolah-sekolah lain yang terdampak banjir agar segera menuntaskan proses rehabilitasi, baik mobiler maupun sarana pendukung pembelajaran lainnya, sehingga kegiatan belajar mengajar tidak terus terganggu.
“Pemerintah Aceh menempatkan pemulihan sektor pendidikan sebagai prioritas. Anak-anak harus segera kembali belajar dalam kondisi yang aman dan layak, meskipun di tengah situasi pascabencana,” katanya.












