36 Hari Pascabanjir, Siswa SLB Tingkeum Manyang Belum Dapat MBG

36 Hari Pascabanjir, Siswa SLB Tingkeum Manyang Belum Dapat MBG
Para murid Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Tgk Chik, Gampong Tingkeum Manyang, Kuta Blang, saat berinteraksi dengan Kajari Simalungun, Munawal Hadi. Foto: Rizal Bank Pineung.

Komparatif.ID, Bireuen— Pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Kabupaten Bireuen pada 26 November 2025, para murid penyandang disabilitas di Sekolah Luar Biasa Yayasan Tgk Chik (SLB Tingkeum Manyang), Gampong Tingkeum Manyang, Kecamatan Kuta Blang, hingga kini belum menerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kondisi ini terjadi meskipun program tersebut mulai kembali berjalan di sejumlah wilayah lain.

Kepala SLB Yayasan Tgk Chik Tingkeum Manyang, Rusli, menjelaskan sejak banjir dan longsor, siswa-siswi di sekolah yang ia pimpin belum memperoleh jatah Makan Bergizi Gratis.

Ia menyebutkan, selama tiga puluh enam hari terakhir para murid SLB Tingkeum Manyang belum sekalipun menerima distribusi dari program tersebut. Menurutnya, kondisi ekonomi para wali murid juga menjadi perhatian serius pihak sekolah.

Rusli mengatakan sebagian besar wali murid merupakan fakir miskin, sehingga pihak sekolah tidak memungut sumbangan pembinaan pendidikan dalam bentuk apa pun.

“Para wali murid adalah fakir miskin, maka kami tidak memungut sumbangan pembinaan pendidikan, tujuannya supaya anak-anak bisa menempuh pendidikan tanpa terbentur biaya,” jelas Rusli, Sabtu (3/1/2025).

Kebijakan tersebut diambil agar anak-anak penyandang disabilitas tetap dapat mengenyam pendidikan tanpa terbentur persoalan biaya. Ia menegaskan kebutuhan gizi siswa sangat penting untuk menunjang proses belajar, terlebih bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus.

SLB Tingkeum Manyang Kembali Dapat MBG 8 Januari

Sementara itu, Ketua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Kuta Blang, Fahmi Rizki, memberikan penjelasan terkait belum berlanjutnya distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah tersebut.

Baca juga: Kajari Simalungun Salurkan Sembako untuk Korban Banjir di Bireuen

Ia menyampaikan timnya sempat mengantarkan Makan Bergizi Gratis satu kali ke Posko Pengungsi Meunasah Manyang. Namun, pendistribusian tersebut tidak dapat dilanjutkan karena terkendala biaya penyeberangan sungai yang dinilai cukup mahal.

Fahmi juga menjelaskan pada beberapa minggu setelah bencana, jalur darat menuju lokasi belum bisa dilalui akibat kerusakan infrastruktur. Kondisi tersebut menghambat proses distribusi logistik, termasuk Makan Bergizi Gratis.

Ia menambahkan, saat ini jembatan penghubung menuju wilayah tersebut telah selesai diperbaiki, sehingga akses darat kembali dapat digunakan.

Melalui sambungan telepon, Fahmi Rizki menyampaikan pihaknya berencana melanjutkan kembali distribusi Makan Bergizi Gratis. Ia menyebutkan pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis yang baru direncanakan akan selesai pada minggu pertama Januari 2025.

Setelah dapur tersebut rampung, distribusi Makan Bergizi Gratis untuk SLB Tingkeum Manyang akan kembali dilakukan mulai 8 Januari 2026.

“Pembangunan dapur MBG baru Insyaallah akan selesai minggu pertama Januari 2025, setelah itu jatah MBG untuk SLB Tingkeum Manyang akan kami distribusikan mulai 8 Januari 2026,” ujar Fahmi Rizki.

Artikel SebelumnyaTantang Bekasi City Sore Ini, Persiraja Target Jaga Tren Positif
Artikel SelanjutnyaRelawan ASN ke Tamiang Tanpa Biaya Perjalanan Dinas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here