Sepanjang 2025 Polres Pidie Tuntaskan 93 Persen Perkara

Sepanjang 2025 Polres Pidie Tuntaskan 93 Persen Perkara
Konferensi pers akhir tahun 2025 Polres Pidie, Rabu (31/12/2025). Foto: Komparatif.ID/Harmadi.

Komparatif.ID, Sigli— Polres Pidie mencatat dari total 325 kasus tindak pidana yang dilaporkan sepanjang 2025, sebanyak 303 kasus atau sekitar 93 persen berhasil diselesaikan hingga tahap pelimpahan hukum.

Capaian tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana saat konferensi pers akhir tahun yang digelar di Mapolres Pidie, Rabu (31/12/2025).

Jaka Mulyana menjelaskan tren gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di Pidie sepanjang 2025 masih didominasi oleh lima jenis tindak pidana utama. Kasus penganiayaan berat menjadi yang paling banyak ditangani dengan jumlah 60 perkara. Selain itu, Polres Pidie juga mencatat 56 kasus pencurian, 37 kasus penipuan, 22 kasus pencurian kendaraan bermotor, serta 20 kasus kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT.

“Selain penganiayaan berat, kami mencatat 56 kasus pencurian, 37 kasus penipuan, 22 kasus pencurian kendaraan bermotor, serta 20 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT),” ujar Jaka.

Menurut Jaka, sejumlah kasus menonjol turut menjadi perhatian publik, salah satunya pengungkapan jaringan pencurian perangkat elektronik yang beroperasi di wilayah Kabupaten Pidie.

Baca juga: Selama 2025, Polda Aceh Selesaikan 82 Persen Kasus Pidana Umum

Dalam pengungkapan tersebut, polisi berhasil menangkap seorang tersangka pria berinisial ES berusia 42 tahun, warga Kabupaten Pidie. Dari hasil penyelidikan, ES diduga kuat sebagai pelaku utama dalam jaringan tersebut.

Selain penanganan tindak pidana umum, Polres Pidie juga mencatat kinerja penegakan hukum di bidang narkotika. Sepanjang 2025, sebanyak 62 perkara narkotika ditangani dengan total 81 orang tersangka.

Dari pengungkapan tersebut, aparat kepolisian berhasil menyita barang bukti berupa 2 kilogram sabu dan 7 kilogram ganja.

Di sektor keselamatan lalu lintas, Polres Pidie mencatat adanya penurunan angka kecelakaan dibandingkan tahun sebelumnya. Selama 2025, tercatat 194 peristiwa kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 54 korban meninggal dunia, 84 korban luka berat, dan 162 korban luka ringan.

Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 261 kasus kecelakaan dengan 61 korban jiwa.

​”Secara statistik, jumlah kecelakaan dan korban meninggal dunia menurun. Namun, kami terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas. Kepatuhan pada aturan adalah kunci utama menekan angka kecelakaan di jalan raya,” pungkas Jaka.

Artikel SebelumnyaJalur Bireuen–Gayo Sulit Dilalui, Harga Sembako di Pegasing Belum Stabil
Artikel SelanjutnyaBireuen Butuh Banyak Dukungan,16 Ribu Rumah Harus Dibangun untuk Korban Banjir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here