Komparatif.ID, Banda Aceh— Pemerintah Aceh menjelaskan keberangkatan ribuan relawan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh Tamiang tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh.
Juru Bicara Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, mengatakan setiap personel aparatur sipil negara, PPPK, maupun non-ASN di lingkungan Pemerintah Aceh yang terlibat sebagai relawan bencana tidak dibebankan biaya perjalanan dinas dari APBA.
Ia menekankan kehadiran para relawan tersebut murni sebagai bentuk aksi kemanusiaan untuk membantu masyarakat di daerah terdampak bencana.
“Setiap personel ASN/P3K/Non-ASN yang menjadi relawan bencana banjir dan longsor ke Aceh Tamiang tidak menggunakan biaya perjalanan dinas APBA,” katanya di Banda Aceh, Sabtu (3/1/2026).
Menurut Murthalamuddin, ribuan relawan yang dikerahkan ke Aceh Tamiang khususnya bertugas melakukan pembersihan fasilitas publik yang terdampak banjir dan longsor.
Sejumlah relawan terlibat dalam pembersihan tempat ibadah, dan selanjutnya akan kembali diberangkatkan untuk membantu membersihkan lingkungan sekolah-sekolah yang terdampak bencana.
Baca juga: Angkut 2 Ton Bantuan, Syah Reza Tembus Kala Lengkio Aceh Tengah
Ia menjelaskan untuk memastikan tidak adanya penggunaan anggaran perjalanan dinas, Sekretaris Daerah Aceh telah memberikan arahan secara tegas kepada seluruh pejabat struktural, pejabat fungsional, serta seluruh aparatur sipil negara, PPPK, dan non-ASN yang menjadi relawan.
Murthalamuddin mengatakan imbauan tersebut secara jelas menyatakan personel yang digerakkan untuk membersihkan sarana publik merupakan bagian dari kegiatan bakti sosial.
Sebelumnya, pada 29 hingga 30 Desember 2025, Pemerintah Aceh telah mengirimkan sebanyak 3.000 relawan aparatur sipil negara pada tahap pertama. Para relawan tersebut dikerahkan untuk membantu membersihkan berbagai fasilitas umum yang terdampak banjir di berbagai wilayah di Aceh.











