Tak Ada SMA, Puluhan Remaja Buloh Seuma Putus Sekolah Setiap Tahun

Tak Ada SMA, Puluhan Remaja Buloh Seuma Putus Sekolah Setiap Tahun
Tiap tahun puluhan remaja Kemukiman Buloh Seuma, Trumon, Aceh Selatan, putus sekolah karena ketiadaan SMA. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Tapaktuan— Masyarakat Kemukiman Buloh Seuma, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, menyuarakan harapan besar mereka kepada Pemerintah Aceh untuk membuka Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah mereka.

Permintaan itu dilontarkan langsung kepada Anggota Komisi VI DPR Aceh M. Iqbal saat reses beberapa waktu lalu, dan disampaikan secara terbuka oleh Kepala Desa Kuta Padang, Abdul Manaf, serta para tokoh masyarakat Buloh Seuma.

Keinginan berdirinya SMA di Buloh Seuma bukan tanpa alasan, mengingat saat ini anak-anak lulusan SMP di daerah tersebut harus menempuh jarak sejauh 34 kilometer menuju SMA Negeri 1 Trumon, ibu kota kecamatan terdekat.

Dengan keterbatasan sarana transportasi serta beban ekonomi yang tidak ringan, banyak siswa akhirnya memilih berhenti sekolah selepas lulus SMP.

Sebagai bentuk tindak lanjut, M. Iqbal menggandeng anggota Komisi VI DPRK Aceh Selatan, Maiyatun, dan anggota DPRK dari Daerah Pemilihan 6, Mauridi, untuk menyambangi langsung masyarakat Buloh Seuma pada Kamis (3/4/2025).

Kepala anggota dewan, Keuchik Kuta Padang Abdul Manaf menyampaikan Kemukiman Buloh Seuma terdiri dari tiga desa, yaitu Kuta Padang, Tengoh, dan Raket, yang dihuni oleh sekitar 1.100 jiwa dari 410 kepala keluarga.

Ia menuturkan sebagian besar masyarakat tidak memiliki kendaraan pribadi, dan tidak semua memiliki keluarga di Keude Trumon yang bisa ditumpangi untuk melanjutkan sekolah. Akibatnya, banyak siswa lulusan SMP di sana yang berhenti melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Sebagian orang tua siswa tidak memiliki kendaraan roda dua atau motor, dan tidak semua juga masyarakat di sini memiliki kerabat di Keude Trumon,” ujar Manaf.

Baca jugaNISN Bermasalah, PDSS SMAN 1 Sinabang Berhasil Difinalisasi

Kondisi tersebut dibenarkan oleh Kepala SMP Negeri 2 Trumon, Zulhadi. Ia mengatakan dari total lulusan kelas IX setiap tahunnya, hanya sekitar 50 persen yang melanjutkan ke SMA.

Sisanya terpaksa berhenti karena berbagai keterbatasan. Bahkan menurut Zulhadi, saat ini terdapat sekitar 60 anak yang menganggur dalam tiga tahun terakhir dan bisa segera menjadi siswa jika SMA dibuka di Buloh Seuma.

Ia menyebutkan, sekolah yang dipimpinnya memiliki satu ruang belajar kosong yang bisa digunakan, dan beberapa guru juga bersedia mengajar. Bahkan, ada lulusan sarjana pendidikan dari desa tersebut yang siap mengabdi jika sekolah dibuka.

Namun, kendala lain muncul yakni belum adanya mobiler atau peralatan belajar seperti meja dan kursi. Meskipun demikian, Zulhadi tetap optimis bahwa dengan izin operasional dari Dinas Pendidikan Aceh, pembelajaran bisa segera dilakukan. Apalagi, lokasi Buloh Seuma juga berdekatan dengan wilayah Kuala Baro, Aceh Singkil, yang hanya berjarak 15 menit. Ini membuka kemungkinan bahwa siswa dari daerah tersebut juga bisa bersekolah di Buloh Seuma.

Menanggapi aspirasi tersebut, anggota Komisi VI DPRA, M. Iqbal, mengatakan akan membawa usulan itu ke Dinas Pendidikan Aceh. Ia menyebutkan kewenangan pembukaan SMA berada di tangan Pemerintah Aceh melalui dinas terkait

Iqbal juga berjanji akan membantu pengadaan mobiler melalui dana pokok-pokok pikiran (pokir) jika izin operasional sudah diberikan. Bagi Iqbal, pendidikan adalah hak setiap warga negara, termasuk masyarakat di wilayah terpencil seperti Buloh Seuma.

Anggota Komisi VI DPRK Aceh Selatan, Maiyatun, menilai permintaan pembukaan SMA ini mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pendidikan meski berada di pelosok.

Hal senada juga disampaikan oleh Mauridi yang siap ikut membantu proses administrasi, termasuk mengurus rekomendasi dari Bupati dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Selatan.

Sementara itu, Pemkab Aceh Selatan mendukung penuh rencana pembukaan SMA di Buloh Seuma. Wakil Bupati Baitul Mukadis menegaskan Pemkab siap memberikan rekomendasi dan berkoordinasi dengan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Selatan.

Bahkan, pihaknya menyatakan kesediaan untuk mempresentasikan data dan fakta yang mendukung di hadapan Kepala Dinas Pendidikan Aceh.

Artikel SebelumnyaMK Korsel Resmi Makzulkan Yoon Suk-yeol
Artikel SelanjutnyaRefleksi Idulfitri di Tengah Duka Palestina

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here