Komparatif.ID, Medan— Polisi meringkus dua kurir narkotika yang diduga terlibat dalam jaringan internasional saat membawa 50 kilogram sabu di wilayah perairan Aceh Utara.
Kedua tersangka berinisial DK (23) dan IS (29), warga Aceh Utara, diamankan setelah petugas mencurigai gerak-gerik mereka saat membawa dua karung besar. Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan sabu dengan total berat mencapai 50 kilogram yang diduga siap diedarkan.
Kasus ini terungkap dari hasil pengembangan penyelidikan sebelumnya yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan.
Kasat Res Narkoba Polrestabes Medan, Rafli Yusup Nugraha, membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Ia menjelaskan, penangkapan berawal dari pengembangan kasus narkoba yang sebelumnya telah ditangani oleh timnya.
“Pengungkapan kasus ini merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya. Tim menerima informasi adanya rencana pengiriman sabu dalam jumlah besar melalui jalur perairan Aceh yang akan diedarkan ke wilayah Sumut,” ujar Kompol Rafli saat konferensi pers, Minggu (5/4/2026).
Baca juga: Jalur Narkoba Jaringan Aceh Terbongkar, 160 Kg Sabu dan 200 Kg Ganja Disita
Dari hasil pengembangan itu, polisi memperoleh informasi adanya rencana pengiriman sabu dalam jumlah besar melalui jalur perairan Aceh yang akan diedarkan ke wilayah Sumatera Utara.
Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan intensif dengan menelusuri jalur pergerakan para pelaku. Hasil penelusuran mengarah ke perairan Kabupaten Aceh Utara. Di lokasi tersebut, petugas menemukan dua pria yang menunjukkan gelagat mencurigakan saat membawa dua karung besar.
Tanpa memberi kesempatan, petugas langsung mengamankan kedua pria tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, keduanya diketahui berinisial DK (23) dan IS (29), yang merupakan warga Aceh Utara.
Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan sabu dalam dua karung dengan total berat mencapai 50 kilogram.
Saat ini, kedua tersangka telah diamankan di Polrestabes Medan bersama barang bukti untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk memburu pihak lain yang diduga terlibat dalam sindikat tersebut.













