Komparatif.ID, Peureulak— Tempat penyulingan minyak bumi tradisional kembali terbakar di Gampong Mata Ie, Ranto Peureulak, Aceh Timur. Tiga warga yang berada di lokasi penyulingan minyak mengalami luka bakar serius saat api menyebar pada Jumat subuh (22/7).
Aswadi (34) warga Peureulak Barat, Basri (36) warga Idi Tunong, dan Muhamaad AR (45) warga Ranto Peureulak menjadi korban. Melansir Waspada, masing-masing korban mengalami luka bakar serius antara 20-40 persen disejumlah anggota tubuh.
Awal mula kejadian nahas itu terjadi diduga akibat salah satu korban sedang merokok saat mengambil sisa minyak. Puntung rokok itu tidak sengaja terbuang dan mengenai minyak. Percikan api rokok yang mengenai minyak mentah dilokasi langsung membuat lokasi terbakar. Tiga warga yang sedang berada dilokasi penyulingan tersambar api yang menjalar dan nyaris mengarah ke sumur minyak.
“Hanya beberapa drum berisi minyak yang terbakar, tidak menjalar ke sumur minyak tradisional,” ujar warga setempat.
Warga sekitar lokasi langsung membawa tiga korban yang terkena sambaran api ke Puskesmas Ranto Peureulak untuk dirawat. Sebagian lainnya membantu memadamkan api dilokasi penyulingan menggunakan racun api.
Tak lama usai dirawat di Puskesmas Ranto Peureulak, Muhammad AR (45) harus dirujuk ke RSUD Sultan Abdul Azis Syah untuk pemeriksaan dan perawatan lanjutam, sedangkan Aswadi (34) dan Basri (36) masih tetap dirawat di Puskesmas. Rata-rata korban mengalami luka bakar dikaki, lengan, dan wajah.