Komparatif.ID, Bireuen— Hunian tetap (huntap) untuk korban banjir di Bireuen akan mulai dibangun 7 Januari 2026. Hal itu disampaikan Plt Kalak BPBD Bireuen, Doli Mardian, usai bertemu langsung dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Suharyanto, di Pendopo Bupati Bireuen, Selasa (6/1/2026).
Doli Mardian menjelaskan, keputusan pembangunan huntap diambil sebagai respons atas aspirasi masyarakat di sejumlah wilayah terdampak banjir. Ia mengatakan warga memilih hunian permanen yang memberikan kepastian tempat tinggal, berbeda dengan hunian sementara (huntara) yang tidak menjamin kepemilikan dalam jangka panjang.
“Masyarakat secara tegas meminta hunian permanen. Mereka menilai huntara tidak memberikan kepastian kepemilikan dan berpotensi membuat warga harus berpindah kembali di kemudian hari,” ujar Doli Mardian, Selasa (6/1/2026).
Sebagai tindak lanjut dari kebijakan tersebut, pemkab Bireuen menjadwalkan pembangunan rumah huntap dimulai pada 7 Januari 2026. Gampong Balee Panah ditetapkan sebagai lokasi awal peletakan batu pertama.
Doli menyebutkan, Bupati Bireuen H. Mukhlis ST, bersama perwakilan BNPB Pusat dan pihak vendor akan hadir langsung untuk menandai dimulainya pembangunan fisik huntap.
Baca juga: Ketua APDESI Peusangan Minta HRD Jangan Membuat Gaduh
Pemkab Bireuen menargetkan pembangunan sebanyak 3.692 unit hunian tetap untuk korban banjir.
Hingga saat ini, Doli menjelaskan BPBD Bireuen telah mengantongi sekitar 900 surat tanah yang dinyatakan siap untuk dibangun. Bagi warga yang belum memiliki lahan, pemerintah membuka ruang musyawarah di tingkat gampong guna mencari solusi bersama.
Warga juga diperbolehkan membangun huntap di luar kecamatan asal selama status dan administrasi tanahnya dinyatakan jelas.
Selama proses pembangunan berlangsung, Pemkab Bireuen memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Salah satu bentuk perlindungan tersebut adalah penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600.000 per bulan. Pada tahap awal bantuan disalurkan untuk tiga bulan (Rp1.800.000) dan diperpanjang apabila pembangunan huntap belum selesai.
Selain itu, kebutuhan pangan bagi warga terdampak juga terus disalurkan. BPBD Bireuen saat ini mendistribusikan sebanyak 660 ton beras kepada sekitar 16.000 kepala keluarga yang tersebar di 17 kecamatan terdampak banjir. Setiap kepala keluarga menerima 40 kilogram beras dengan sistem pendataan by name by address.
“Setiap KK menerima 40 kilogram beras. Penyaluran dilakukan secara merata dan terdata by name by address, sehingga tidak ada gampong yang terlewat, baik bantuan sandang maupun pangan,” pungkas Doli.













