Mendikdasmen Dijadwalkan Jadi Pembina Upacara Perdana Pascabanjir di Tamiang

Mendikdasmen Dijadwalkan Jadi Pembina Upacara Perdana Pascabanjir di Tamiang
(Kiri) Plt Kadisdik Aceh, Murthalamuddin, (kanan) Mendikdasmen, Abdul Mu’ti. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Kualasimpang— Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengatakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dijadwalkan akan menjadi pembina upacara perdana pascabanjir di SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, pada Senin (5/1/2026) mendatang.

“Insya Allah, hari pertama sekolah, Senin 5 Januari 2026, Pak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah akan hadir menjadi pembina upacara di SMA 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Mari kita sambut dan beri apresiasi terhadap keinginan beliau untuk mengunjungi daerah bencana yang paling parah,” kata Murthalamuddin, Sabtu (3/1/2026).

Sebelumnya, Pemerintah Aceh memastikan seluruh aktivitas proses belajar mengajar pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 akan dimulai secara serentak pada Senin, 5 Januari 2026, termasuk di daerah-daerah yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.

Kepastian ini disampaikan di tengah kondisi sejumlah sekolah yang masih mengalami kerusakan akibat bencana yang terjadi sejak akhir November 2025 lalu.

Aceh Tamiang tercatat sebagai salah satu daerah dengan dampak banjir paling parah akibat peristiwa banjir besar yang terjadi pada 26 November 2025. Kendati demikian, Pemerintah Aceh menegaskan kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk menunda atau menghentikan aktivitas pendidikan.

Baca juga: Mendikdasmen: 81 Persen Sekolah Terdampak Banjir Aceh Siap Gelar KBM

Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, sebelumnya menekankan sekolah harus tetap hadir sebagai ruang yang memberikan kepastian dan stabilitas bagi peserta didik, terutama dalam situasi darurat pascabencana. Ia mengatakan kendala infrastruktur tidak boleh menghambat hak anak untuk memperoleh pendidikan.

“Kondisi di lapangan memang menantang, namun saya instruksikan agar proses belajar mengajar tetap dilaksanakan. Pendidikan harus hadir sebagai pemberi kepastian di tengah situasi bencana,” ujar M. Nasir dalam keterangannya pada 29 Desember 2025.

Sejalan dengan arahan tersebut, Dinas Pendidikan Aceh meminta seluruh sekolah terdampak tetap melaksanakan pembelajaran pada 5 Januari 2026 sepanjang kondisi memungkinkan.

Murthalamuddin menegaskan keterbatasan sarana seperti bangku, kursi, atau buku pelajaran tidak boleh menjadi alasan terhentinya kegiatan belajar.

Ia menyebut pembelajaran dapat dilakukan melalui diskusi, berbagi pengalaman, atau kegiatan sederhana lain yang melibatkan interaksi guru dan siswa, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemulihan psikologis bagi anak-anak korban bencana.

Artikel SebelumnyaPersiraja Bawa Pulang 1 Poin, Dek Gam: Minggu Depan Masuk Pemain Baru
Artikel Selanjutnya126 Tenaga Kesehatan Dinkes Aceh Diterjunkan ke 7 Lokasi Bencana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here