
Komparatif.ID, Cleethorpes— Nasib tragis dialami Manchester United pada putaran kedua Carabao Cup 2025. Manchester United dibantai klub divisi empat pada ajang Carabao Cup (Piala Liga Inggris). Setan Merah dipaksa adu penalti melawan klub sepak bola semenjana asal Cleethorpes.
Meski bertemu pada putaran kedua Carabao Cup 2025, Manchester United dan Grimsby Town FC, bukanlah lawan yang sepadan. Meski saat ini peringkat Manchester di Premier League berada di deretan 16, bukan bermakna Grimsby setara dengan Setan Merah.
Demikianlah jemawa sejumlah fans Man-U sebelum pertandingan tersebut berlangsung di markas Grimsby, Blundell Park Cleethorpes. Tapi sepanjang pertandingan yang dihelat pada Kamis (28/8/2025) membuat jantung mereka berdegup kencang.
Sepanjang pertandingan , Grimsby mampu memberikan perlawanan sangat menarik. Dampaknya, hingga waktu normal dilewati, kedua klub berbagi angka 2-2.
Pada babak tos-tosan alias adu penalti, Manchester United tersungkur setelah kalah adu penalti. Skor adu penalti 12-11 untuk keunggulan tim semenjana Grimsby. Kegagalan Bryan Mbeumo menaklukkan kiper Grimsby menjadi momok memalukan untuk MU.
Kekalahan dari tim gurem dari divisi empat, merupakan capaian terburuk bagi Manchester United di awal musim 2025-2026.
Baca juga: Ara AB Juarai Turnamen Futsal Piala Presiden Lhoksukon FC 2025
Kekalahan Manchester United di putaran kedua Carabao Cup semakin menyesakkan, karena mereka bertandang ke markas Grimsby dengan skuad mewah. Sedangkan tuan rumah mengandalkan skuad dengan skill terbatas. Di atas kertas mustahil MU kalah.
Bagi Grimsby, pertandingan tersebut telah dinantikan selama 77 tahun. Ketika kesempatan itu datang, pemain, fans, dan seluruh atmosfer kota menyiapkan diri.
Terakhir kali klub tepi laut tersebut melawan Manchester United pada tahun 1948. Makanya setelah mengalahkan Shrewsbury Town pada laga sebelumnya, skuad Grimsby langsung sangat antusias. Akhirnya mereka bertemu lagi dengan Man United.
Skuad Grimsby tahu bahwa Man United yang mereka hadapi kali ini, bukan lagi klub raksasa tak terkalahkan. Sekarang klub tersebut merupakan tim sepak bola yang paling tidak konsisten. Tapi apa pun kondisi saat ini, Man United tetaplah sebuah hal yang fantastis bagi klub-klub kasta bawah Liga Inggris.
Stadion berkapasitas 9.062 kursi penuh sesak. Penonton berbondong-bondong membeli karcis. Ramai pula fans yang membawa boneka ikan Harry Haddock, serta spanduk yang berisi ancaman bahwa Manchester United akan dibantai di kandang Grimsby.
Berkat antusiasme dan dukungan fans, skuad Grimsby benar-benar mampu bermain apik. Sejak peluit pertama ditiup wasit, laskar Marines asuhan David Artell langsung menekan, yang membuat skuad Manchester United melakukan banyak kesalahan.
Pada menit ke-22 gol tercipta berkat keberhasilan Vernam berhasil mengecoh Andre Onana. Kiper Man United tersebut gagal beraksi cepat. Ia terkecoh. Gol tersebut bermula dari Manuel Ugarte dan Amad Diallo bertabrakan di lini tengah, bola jatuh ke kaki Darragh Burns yang melepaskan umpan silang ke Charles Vernam. Dengan tenang, Vernam menaklukkan Andre Onana.
Enam menit kemudian, Cam Gardner sempat menambah pundi gol untuk Grimsby. Sayangnya gol tersebut dianulir oleh wasit karena handball.
Onana kembali harus memungut bola di dalam jaring gawang pada menit ke-32, setelah ia gagal mengantisipasi bola hasil skema tendangan pojok. Tyrrell Warren dengan mudah menceploskan gol ke gawang kosong. Skor 2-0 untuk Grimsby dan United tertekan habis.
Pada babak kedua, untuk menambah daya gedor Manchester United, Ruben Amorim memasukkan Bruno Fernandes, Bryan Mbeumo, dan Matthijs de Ligt di awal babak kedua.
Tekanan meningkat, namun Grimsby masih sempat menambah gol lewat Gardner sebelum dianulir wasit karena offside.
Pada menit ke-75 Mbeumo akhirnya memperkecil ketertinggalan. Gol tersebut tercipta melalui tendangan pojok ke gawang. Itu adalah gol pertama Mbeumo untuk MU setelah ia bergabung sejak musim panas.
Pada menit ke-89, Manchester United berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan Harry Maguire yang menyambut umpan Mason Mount. Karena laga berlangsung imbang hingga peluit akhir, penentuan pemenang harus ditentukan melalui babak adu pinalti.
Babak adu pinalti merupakan drama lain yang sangat menarik. Bryan Mbeumo, yang sempat jadi penyelamat di waktu normal, justru gagal mengeksekusi penalti keduanya, membuat Grimsby mencatat sejarah besar dan Man United harus pulang dengan rasa malu yang mendalam.