Komparatif.ID, Sigli— LPG 3 kilogram (gas melon) dilaporkan mulai langka di Pidie sejak tiga hari terakhir usai banjir melanda sebagian besar wilayah Aceh. Kelangkaan LPG membuat warga kesulitan mendapatkan kebutuhan energi utama untuk memasak.
Warung pengecer hingga pangkalan resmi di sejumlah kecamatan dilaporkan tidak memiliki stok. Kelangkaan saat ini terpusat di Kecamatan Muara Tiga, Padang Tiji, dan Grong-Grong.
Selama tiga hari terakhir, kios-kios eceran di wilayah tersebut tidak lagi menerima kiriman gas melon. Warga yang bergantung pada LPG subsidi mulai kewalahan.
Warga Padang Tiji, Muhammad Jafar (54), kepada Komparatif.ID mengaku sudah berulang kali mencari gas di berbagai tempat namun tidak membuahkan hasil. Ia menyampaikan pangkalan di daerahnya sudah lama tidak menerima pasokan.
“Sudah tiga hari ini gas tidak masuk ke pangkalan yang berada di Kecamatan Padang Tiji. Saya telah mencari ke mana-mana, namun gas LPG 3 kg tetap kosong, apalagi di tempat penjual eceran,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).
Baca juga: Bupati Pidie Larang Pedagang Naikkan Harga Kebutuhan Pokok
Dampak langsung dari kelangkaan tersebut memaksa warga kembali menggunakan metode tradisional untuk memasak. Nurdin, warga lainnya, mengatakan kekosongan stok sudah berlangsung sejak banjir melanda.
Menurutnya, warga tidak punya pilihan selain kembali menggunakan kayu bakar atau kompor lama berbahan bakar minyak tanah dan solar.
“Saat ini kami terpaksa harus memasak menggunakan kayu bakar dan kompor hock yang lama dengan menggunakan minyak tanah atau minyak solar,” ujarnya.
Keluhan juga datang dari warga Muara Tiga. Anwar (38) menyebut seluruh pangkalan di wilayahnya tidak memiliki stok gas melon selama beberapa hari. “Kami sudah dua hari mencari gas LPG 3 kg di setiap pangkalan dan kios-kios penjual eceran, tetapi stoknya tidak tersedia,” kata dia.
Salah seorang pemilik pangkalan resmi di Muara Tiga membenarkan kondisi kekosongan tersebut. Ia menjelaskan pasokan belum masuk dari pihak agen. “Kami semua pangkalan di Muara Tiga telah menebus gas LPG 3 kg sejak tiga hari yang lalu, namun sampai saat ini belum ada pasokan gas tersebut,” ungkapnya.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah tegas agar pasokan kembali normal.












