Helikopter Black Hawk BNPB Dikerahkan Padamkan Karhutla di Aceh Selatan

Helikopter Black Hawk BNPB Dikerahkan Padamkan Karhutla di Aceh Selatan
Helikopter Sikorsky UH-60A Black Hawk (S-70A) milik BNPB dikerahkan untuk memadamkan karhutla di Aceh Selatan. Foto: Dave Soderstrom.

Komparatif.ID, Tapaktuan— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan satu unit helikopter Black Hawk untuk pemadaman udara (water bombing) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan. Helikopter tersebut mulai beroperasi pada Kamis siang (27/8/2025) setelah diterbangkan dari Jambi.

“Semoga dengan bantuan water bombing ini seluruh titik api di Bakongan Aceh Selatan dapat dipadamkan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), T Nara Setia mengutip antara di Banda Aceh, Jumat (29/8/2025).

Helikopter Black Hawk tipe Sikorsky UH-60A buatan Amerika yang dikerahkan untuk penanganan kebakaran ini memiliki kapasitas empat ton air dengan kemampuan terbang hingga lima jam. Menurut T Nara Setia, pemadaman udara sudah mulai dilakukan dan sejumlah titik api berhasil dipadamkan.

“Terlihat sementara ini sudah mulai padam, tetapi belum total. Kondisi lapangan menunjukkan sekitar 90 persen sudah padam, juga karena didukung hujan ringan,” ujarnya.

Karhutla di Bakongan, Aceh Selatan, telah berlangsung sejak 19 Agustus 2025 dan hingga kini masih terjadi. Kebakaran terus meluas dan tercatat sudah membakar sekitar 77 hektare lahan.

Baca juga: Kerahkan Manggala Agni, Pemadaman Karhutla Aceh Selatan Dikebut Cegah Api Meluas ke TNGL

Api juga menjalar hingga ke tiga desa, yaitu Gampong Ujong Mangki, Padang Beurahan, dan Ujung Padang. Bupati Aceh Selatan lalu menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana karhutla melalui Keputusan Bupati Nomor 585 Tahun 2025, serta membentuk pos komando tanggap darurat.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh melaporkan adanya 52 titik panas di wilayah Aceh berdasarkan pemantauan pada Selasa, 26 Agustus 2025.

Titik panas tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dan kota, antara lain Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Pidie, hingga Lhokseumawe.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi SIM Banda Aceh, Nasrol Adil, mengatakan peringatan dini potensi kemudahan terbakar lahan berlaku pada 24 hingga 31 Agustus 2025 dengan status siaga untuk wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, serta kawasan barat-selatan termasuk Aceh Singkil, Subulussalam, dan Aceh Tenggara.

BMKG mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi karhutla, terutama pada musim kering. Masyarakat diminta tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar karena berisiko memperburuk kondisi kebakaran dan menimbulkan bencana asap.

Pemantauan titik panas ini dilakukan melalui sensor satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, serta NOAA20/VIIRS.

Artikel SebelumnyaIsmail Rasyid Mulai Bangun Pusat Penggemukan Sapi di Gorontalo
Artikel SelanjutnyaMK Larang Wamen Rangkap Jabatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here