Komparatif.ID, Sigli— Harga telur di Pidie melambung tinggi setelah banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan menyebabkan terganggunya pasokan logistik.
Pantauan Komparatif.ID di sejumlah pasar tradisional di Sigli pada Sabtu (29/11/2025), harga telur di Pidie yang sebelumnya berada pada kisaran Rp45.000 hingga Rp46.000 per papan kini melonjak hingga Rp100.000 per papan.
Kenaikan mencapai lebih dari 122 persen ini membuat warga terkejut dan mengaku terbebani, terutama karena kondisi wilayah yang masih dalam masa pemulihan pascabanjir.
Beberapa warga menduga kenaikan tersebut tidak sepenuhnya disebabkan oleh terhambatnya distribusi, melainkan juga adanya tindakan penimbunan dan harga jual tidak wajar oleh sejumlah pihak.
Baca juga: Stok Menipis, Harga Cabai Merah di Pidie Tembus Rp200 Ribu/Kg
Muhammad Jafar, warga Sigli, mengatakan dirinya terpaksa mengurangi pembelian kebutuhan pokok karena harga di pasaran dinilai tidak lagi masuk akal. Ia menilai kondisi ini semakin memperburuk keadaan masyarakat yang sedang berjuang memulihkan kondisi ekonomi setelah terdampak banjir.
“Harga barang kebutuhan pokok di Pidie sangat mahal. Mereka menjual saat ini dengan harga sangat tinggi, mencapai Rp 100.000 per papan. Kalau kita belikan per butir, harganya menjadi Rp 3.500 per butir,” kata Jafar saat ditemui pada Minggu (30/11/2025).
Stok Menipis, Harga Telur di Pidie Melonjak Drastis
Selain harga yang melambung, persediaan telur di sejumlah titik pasar juga dilaporkan mulai menipis. Kondisi ini membuat beberapa pedagang membatasi jumlah pembelian untuk setiap pelanggan.
Isa, warga lainnya, mengatakan stok telur semakin sulit ditemukan. Menurutnya, harga yang kini berada di rentang Rp75.000 hingga Rp90.000 per papan juga cukup membebani masyarakat.
Di tengah keluhan warga, Pemerintah Daerah melalui Dinas Perdagangan diminta segera melakukan pengawasan ketat terhadap rantai distribusi dan penetapan harga telur di tingkat pedagang.











