Komparatif.ID, Bireuen— Mantan Panglima GAM Daerah 3 Wilayah Batee Iliek, Sufri alias Boing, mengimbau seluruh pihak agar tidak menebar fitnah terkait penanganan bencana hidrometeorologi. Ia menilai Pemkab Bireuen telah bekerja dengan baik sejak hari pertama bencana terjadi.
Boing menyayangkan kondisi politik di Bireuen belakangan ini yang menyebabkan potensi perpecahan masyarakat di tengah penanggulangan bencana.
Menurutnya, suasana politik tidak lagi sehat dan bahkan mengarah pada potensi perpecahan di tengah masyarakat akibat perilaku sejumlah pihak yang terus menyebarkan informasi bohong atau hoaks.
Ia menyebutkan fitnah-fitnah tersebut disebarkan melalui media dan media sosial sehingga memicu kegaduhan serta membuat masyarakat bingung. Akibatnya, muncul kesan seolah-olah Pemkab Bireuen melakukan kecurangan dalam menjalankan tugasnya menangani bencana. Padahal, menurut Boing, anggapan tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Fitnah-fitnah itu disebar di media dan media sosial. Membuat suasana gaduh dan masyarakat menjadi bingung. Seolah-olah Pemkab Bireuen telah melakukan kecurangan dalam bekerja menangani bencana,” kata Boing, Jumat (16/1/2026).
Baca juga: Air PDAM Belum Mengalir, Warga Kuala Ceurape Bangun Sumur Bor
Boing menegaskan penyebaran fitnah seperti itu tidak boleh dibiarkan berlanjut. Ia mengajak semua pihak untuk menahan diri dan bersikap lebih bertanggung jawab. Jika memang benar-benar peduli terhadap kondisi masyarakat terdampak bencana, kata dia, seharusnya ikut ambil bagian secara langsung dalam upaya penanganan, bukan justru memperkeruh suasana dengan informasi yang tidak benar.
Dalam pernyataannya, Boing memberikan apresiasi kepada Pemkab Bireuen yang dinilainya bergerak cepat sejak hari pertama bencana untuk membantu masyarakat yang menjadi korban. Ia menilai penanganan bencana dilakukan secara terukur dan terkoordinasi dengan baik.
Menurut Boing, berkat kerja keras pemerintah daerah, tidak ada korban bencana di Bireuen yang terlantar. Seluruh korban mendapatkan bantuan, terutama bantuan pangan. Ia juga menilai mekanisme penyaluran bantuan telah berjalan dengan baik dan tertib, dimulai dari keuchik yang menyampaikan data kepada camat, kemudian diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah, hingga bantuan disalurkan kembali dari BPBD ke kecamatan dan desa melalui keuchik.
Ia menilai pola tersebut perlu dipertahankan karena terbukti mampu memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang berhak sesuai kebutuhan dan porsi masing-masing.
Boing juga mengimbau Pemkab Bireuen agar tidak terpengaruh oleh hujatan dan upaya-upaya yang bertujuan merusak citra pemerintah daerah.
Boing mengatakan pihak-pihak yang menyaru sebagai pengkritik sebenarnya mengetahui bahwa Pemkab Bireuen telah bekerja dengan baik. Namun, karena memiliki agenda lain, mereka justru menyampaikan informasi sebaliknya dan membangun fitnah.
Kombatan asal Peusangan itu mengimbau masyarakat agar tidak mudah terkecoh oleh kabar negatif. Ia menekankan pentingnya memeriksa sumber informasi sebelum mempercayai isinya dan menyarankan masyarakat untuk mencari klarifikasi dari sumber-sumber pembanding guna menghindari kesalahan.











